Keterdapatan ini tidak hanya berbentuk mineral utama, tetapi juga sebagai produk samping pengolahan timah, emas, hingga bauksit. Artinya, peluang integrasi dengan industri tambang yang sudah berjalan terbuka lebar.
RI Masih Bergantung Impor
Sayangnya, meski menyimpan potensi besar, Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan LTJ dalam negeri. Data 2018 mencatat:
48% impor LTJ Indonesia berasal dari China.
37% dari Malaysia.
11% dari Jepang.
4% sisanya dari negara lain.
Impor ini digunakan di berbagai industri strategis: pewarna dan pigmen, kilang minyak, keramik, kendaraan listrik, hingga generator dan magnet permanen.
Ketergantungan ini menunjukkan celah besar: hilirisasi LTJ di Indonesia masih jauh dari optimal. Padahal, potensi cadangan bisa menjadi modal untuk memperkuat kemandirian industri sekaligus masuk ke rantai pasok global.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















