CMI News – Pengisian daya baterai menjadi salah satu kebiasaan yang berpengaruh terhadap umur pakai smartphone.

Meski perangkat modern dirancang untuk mendukung pengisian hingga 100 persen, banyak pakar teknologi menyarankan pengguna menjaga baterai pada rentang tertentu agar kesehatannya tetap optimal.

Secara umum, baterai lithium-ion bekerja lebih ringan ketika berada di kisaran 30 hingga 80 persen.

Tegangan baterai lebih stabil sehingga membantu mengurangi tekanan pada komponen baterai dalam jangka panjang.

Karena itu, banyak pengguna mengisi daya saat baterai mendekati 30 persen dan menghentikannya di sekitar 80 persen.

Kebiasaan ini dinilai dapat membantu memperlambat penurunan kesehatan baterai.

Meski begitu, mengisi baterai hingga 100 persen bukan berarti berbahaya.

Produsen seperti Apple, Samsung, dan Google tetap mengizinkan pengguna melakukan pengisian penuh sesuai kebutuhan, terutama ketika perangkat akan digunakan dalam waktu lama atau saat berada jauh dari sumber listrik.

Yang lebih penting daripada sekadar mengejar angka tertentu adalah menghindari kebiasaan yang dapat mempercepat degradasi baterai.

Seperti membiarkan perangkat terlalu panas, menggunakan charger yang tidak sesuai, atau sering membiarkan baterai benar-benar habis hingga 0 persen.

Dengan kata lain, jika ingin menjaga baterai lebih awet, pengguna bisa menerapkan pola pengisian di kisaran 30-80 persen.

Namun untuk kebutuhan tertentu, mengisi daya hingga 100 persen tetap aman selama dilakukan secara wajar.