Cikarang, CMI News – Presiden RI Prabowo Subianto resmi membentuk Badan Industri Mineral dan melantik Brian Yuliarto sebagai kepala lembaga tersebut. Badan baru ini akan fokus mengelola mineral strategis, terutama logam tanah jarang (rare earth elements/REE), yang dinilai vital untuk industri pertahanan sekaligus ekonomi nasional.
Langkah Strategis: Dari Politik ke Ekonomi
Pelantikan ini diatur dalam Keppres Nomor 77P Tahun 2025. Menurut Brian, tugas utama Badan Industri Mineral adalah memastikan tata kelola material strategis berjalan efektif, termasuk logam tanah jarang yang selama ini dianggap sebagai critical minerals.
“Logam tanah jarang penting untuk kedaulatan bangsa sekaligus memberi nilai tambah pada perekonomian. Karena itu pengelolaannya akan lebih terintegrasi dan berbasis industri strategis,” ujar Brian di Istana Negara.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa logam tanah jarang tidak akan dikelola secara bebas oleh pihak swasta. “Hulunya tetap di pemerintah. Produk akhirnya akan diproses di bawah Badan Industri Mineral,” katanya.
Apa Itu Logam Tanah Jarang?
Logam tanah jarang terdiri dari 17 unsur mineral kritis seperti neodymium (Nd), praseodymium (Pr), dysprosium (Dy), yttrium (Y), hingga scandium (Sc). Unsur-unsur ini menjadi bahan baku penting bagi:


















