Cikarang, CMI News — Harga batu bara dunia mencatat pergerakan bervariasi pada perdagangan Rabu, 16 Juli 2025.
Di tengah lonjakan produksi domestik China dan permintaan global yang tidak begitu bergairah, pasar batu bara kembali menghadapi tekanan dari sisi suplai dan harga.
Berdasarkan data pasar terkini, harga batu bara Newcastle untuk kontrak Juli 2025 tercatat stagnan di level US$ 110 per ton.
Sementara untuk kontrak Agustus 2025 mengalami koreksi tipis sebesar US$ 0,5 menjadi US$ 111,5 per ton. Sedangkan harga kontrak September justru naik tipis US$ 0,05 menjadi US$ 112,15 per ton.
Di sisi lain, harga batu bara di pasar Rotterdam mengalami tekanan lebih dalam.
Untuk kontrak Juli 2025, harga turun US$ 0,4 menjadi US$ 105,15 per ton.
Sedangkan Agustus dan September masing-masing melemah US$ 0,8 dan US$ 0,85, dengan harga terkini berada di level US$ 103,4 dan US$ 103,35 per ton.
China Produksi Maksimal, Pasar Global Tertekan
Kunci utama dinamika harga ini tidak lepas dari pergerakan industri batu bara China.
Mengutip data dari Oilprice.com, produksi batu bara di Negeri Tirai Bambu mencapai rekor tertinggi dalam periode JanuariโMei 2025.
Pemerintah setempat bahkan memproyeksikan peningkatan produksi sekitar 5% secara tahunan.
Kondisi ini membuat pasar domestik China mengalami kelebihan pasokan.
Sebagai respons, China mulai mengurangi volume impor secara signifikan, dan di saat yang sama justru meningkatkan ekspor ke pasar global.
Hal ini memperbesar tekanan harga di pasar internasional, terutama di tengah permintaan yang belum sepenuhnya pulih, terutama dari sektor pembangkit listrik.
“Penurunan impor China sudah diperkirakan sejak awal tahun, mengingat kombinasi antara harga domestik yang relatif rendah, permintaan yang lesu, serta tingginya stok di pelabuhan,” ungkap analis pasar batu bara dalam laporannya.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















