
Purwokerto, cminews.co.id : Kegiatan pengabdian masyarakat bertaraf Internasional digelar di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing.
Acara tersebut mengambil tema “International Student Empowerment”, merupakan acara hasil kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dengan Pengurus Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Tiongkok, dan sebagai fasilitator tempat penyelenggaraan adalah KBRI Beijing.
Dua Dosen UMP masing-masing Dr. M. Hermin Endratno dan Herdian, PhD, dihadirkan sebagai pemateri.
Menyampaikan tema Time Management Strategy Training as an Effort to Improve Work-Life-Study Balance for International Student in China, disampaikan oleh Dr. M. Hermin Endratno.
Ia menekankan dalam paparannya, bahwa keberhasilan akademik tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual tetapi juga oleh kemampuan menjaga keseimbangan hidup.

“Mahasiswa Internasional sering menghadapi tekanan yang lebih kompleks, mulai dari adaptasi budaya hingga tuntutan akademik. Oleh karena itu, manajemen waktu untuk mencapai work-life balance menjadi kunci agar mereka tetap produktif sekaligus sehat secara mental”, ujarnya, saat menjadi pemateri di KBRI Beijing, (11/4).
Sementara itu, pemateri Herdian, PhD, menyampaikan materi bertema “A Community-Based Growth Mindset Program for Mental Health Promotion among International Student in China”.
Herdian menyebut pentingnya pendekatan berbasis komunitas dalam membangun growth mindset guna mendukung kesehatan mental mahasiswa internasional.
Dukungan sosial, lingkungan yang positif, serta pola pikir berkembang (growth mindset), menurut Herdian, dapat membantu mahasiswa.lebih adaptif, dalam menghadapi tekanan akademik dan sosial di luar negeri.
Kegiatan tersebut dibuka dengan sambutan dari Puspitasari, PhD, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atikbud) KBRI Beijing.
Puspitasari, sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut, ia juga menegaskan komitmen KBRI dalam mendukung berbagai aktivitas positif Diaspora Indonesia di Tionglok.
PCIM Tiongkok, yang diwakili Dienny Rahmani, M. Si, dalam sambutannya menyoroti pentingnya kolaborasi antar organisasi dalam menciptakan lingkungan yang suportif bagi mahasiswa Indonesia di luar negeri.
“Harapan kami kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, sebagai ruang berbagi dan penguatan kapasitas mahasiswa, khususnya dalam menghadapi tantangan global”, ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan berdiskusi dan berbagi pengalaman selama menempuh studi di luar negeri.
Kegiatan pengabdian masyarakat bertaraf internasional, diharapkan para mahasiswa internasional mampu mengelola kehidupan mereka secara lebih seimbang, sehingga dapat mencapai prestasi optimal tanpa mengabaikan kesehatan dan kebahagiaan pribadi. (*)








