Pemalang – Program penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Pemalang menunjukkan hasil nyata melalui sinergi apik antara Pemerintah Daerah (Pemda), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan lembaga pendidikan lokal. Pada Jumat (10/10/2015), empat warga Desa Randudongkal, Kecamatan Randudongkal, menerima bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang secara simbolis diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes.

Bantuan renovasi rumah ini merupakan bagian dari komitmen Pemda dan Baznas Kabupaten Pemalang dalam menangani kemiskinan yang terlihat nyata, terutama dari segi hunian yang tidak layak.

“Dari segi hunian memang masih banyak yang tidak layak. Oleh karena itu, Pemda bekerja sama dengan Baznas untuk menangani persoalan kemiskinan yang nyata terlihat di masyarakat kita,” terang Nurkholes saat penyerahan bantuan.

Ketua Baznas Pemalang, Agus Nurkholis, menjelaskan bahwa pihaknya menyalurkan bantuan RTLH berupa uang tunai sebesar Rp 10 juta untuk masing-masing penerima. Selain uang tunai, Baznas juga memberikan alat kesehatan, sementara Pemerintah Desa (Pemdes) Randudongkal turut melengkapi dengan bantuan sembako.

Meskipun menyadari dana tersebut belum sepenuhnya mencukupi biaya renovasi total, Agus Nurkholis berharap adanya swadaya dari masyarakat sekitar untuk saling membantu mewujudkan rumah yang layak. Baznas juga membuka kesempatan bagi masyarakat lain yang ingin mengusulkan bantuan, asalkan memenuhi salah satu dari delapan kriteria kemiskinan yang telah ditentukan.

 

Bonus Pendidikan Menjadi Inspirasi

Yang menarik, bantuan ini tidak hanya berhenti pada perbaikan fisik rumah. Dalam kesempatan yang sama, salah seorang penerima manfaat bernama Husna menerima “bonus” yang jauh lebih berharga: bantuan sekolah gratis jenjang SMK dari Yayasan Al Islam Randudongkal.

Wakil Bupati Nurkholes menyoroti pemberian bantuan pendidikan ini sebagai contoh praktik terbaik dan upaya yang sangat tepat sasaran dalam menekan angka kemiskinan ekstrem.

“Ini merupakan contoh yang baik buat yayasan di Pemalang, terutama supaya menginspirasi yang lain, mencari anak-anak yang tidak sekolah supaya disekolahkan. Ini juga dalam upaya bantuan yang tepat sasaran,” ungkap Nurkholes.

Menurutnya, penanggulangan kemiskinan ekstrem memerlukan kerja sama erat antara pemerintah daerah, desa, dan kecamatan dalam pelaksanaan program-program sinergi semacam ini.

Kebahagiaan terpancar jelas dari wajah para penerima bantuan. Husna, yang kini memiliki harapan baru untuk masa depannya, mengungkapkan rasa syukurnya.

“Saya merasa senang dan bersyukur karena pemerintah sudah membantu keluarga saya dan saya juga bisa sekolah ke jenjang SMK lagi karena saya diterima di Yayasan Al Islam Randudongkal,” ungkapnya.

Bantuan renovasi RTLH yang diikuti dengan jaminan pendidikan gratis ini menjadi bukti bahwa sinergi berbagai pihak dapat memberikan solusi ganda terhadap masalah kemiskinan. Tidak hanya memperbaiki kondisi hunian hari ini, tetapi juga menjamin masa depan generasi penerus bangsa melalui akses pendidikan yang layak.