PEMALANG — Kasus penyediaan makanan tidak layak konsumsi kembali menjadi sorotan publik. Olahan tempe yang diduga berbelatung ditemukan dalam menu makanan siswa yang diduga berlangsung di SMA Negeri 1 Belik, Kabupaten Pemalang, pada Kamis (27/8/2026).

Kejadian tersebut terungkap setelah sebuah video rekaman beredar luas di media sosial. Dalam video itu, seorang siswa memperlihatkan kondisi tempe yang tidak layak makan sambil mengeluh, “Blatung koye, blatung kiye, ora doyan dipangan” (Belatung seperti ini, belatung seperti ini, tidak selera untuk dimakan).

Makanan tersebut diduga berasal dari pasokan SPPG Brayan Muluk, Desa Gunungtiga, Kecamatan Belik. Kurangnya pengawasan mutu serta sanitasi pengolahan diduga menjadi penyebab utama munculnya tempe tidak layak konsumsi tersebut.

Beredarnya video ini memicu reaksi publik yang meminta pihak berwenang segera melakukan pemeriksaan lapangan.

Sementara itu, pihak CMI News telah berupaya konfirmasi dengan menghubungi pihak sekolah, namun belum berhasil menemui pihak pengelola sekolah maupun SPPG Brayan Muluk guna klarifikasi lebih lanjut.

Pihak Redaksi CMI News membuka ruang hak jawab, untuk pihak-pihak terkait. (red/tim media)