
NABIRE, CMI News — Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/Mahasiswi Idadagi Kigamani (IPM-IDAKI) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya literasi di kalangan generasi muda melalui kegiatan Lapak Baca Buku yang digelar di Kampung Harapan, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00–17.00 WIT tersebut diikuti oleh 15 anggota IPM-IDAKI. Para peserta tidak hanya membaca buku, tetapi juga berdiskusi dan bertukar pemikiran mengenai berbagai pengetahuan yang diperoleh dari bahan bacaan.
Koordinator Bidang Keilmuan dan Penalaran IPM-IDAKI, Dekson Yobee, mengatakan Lapak Baca menjadi ruang belajar bersama yang bertujuan meningkatkan wawasan, pengetahuan, serta kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
“Lapak Baca adalah kegiatan untuk memahami makna tulisan, cerita, dan ilmu yang tertulis dalam buku. Tujuannya menambah wawasan, memperluas pemikiran kritis, dan mendapatkan ilmu baru,” ujar Dekson.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan Lapak Baca Buku yang kedua yang diselenggarakan IPM-IDAKI. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi kebiasaan positif yang terus dilakukan oleh para anggota.

“Dari Lapak Baca Buku inilah akan lahir kebiasaan belajar. Sesuatu yang awalnya tidak bisa kita lakukan, bisa kita biasakan melalui kegiatan seperti ini. IPM-IDAKI hadir bukan hanya untuk berkumpul, tetapi juga untuk menggerakkan kemajuan diri melalui membaca buku,” katanya.
Dekson menegaskan bahwa budaya literasi perlu terus dibangun karena membaca tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk melihat berbagai persoalan dari sudut pandang yang lebih luas.
IPM-IDAKI berharap kegiatan Lapak Baca dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi salah satu program pembinaan intelektual bagi pelajar dan mahasiswa di Nabire.
“Jangan pernah berhenti belajar. Dari buku kita memperoleh pengetahuan, dari diskusi kita memperluas pemikiran, dan dari kebiasaan membaca kita membangun masa depan yang lebih baik,” tutupnya.






