Demak, cminews.co.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) , menggelar sosialisasi bertema “Membangun Desa Tangguh Lingkungan dan Mandiri Ekonomi Melalui Penerapan Biopori Serta Legalitas UMKM”.

Sosialisasi mahasiswa KKN UPGRIS berkolaborasi dengan Perpustakaan Mulia dan PKK Mulia Desa Margohayu Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak, berlangsung di GOR Serba Guna Desa setempat, Minggu (30/8).

Sebagai pemateri dalam sosialisasi tersebut dihadirkan Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Jawa Tengah II, Andika Setya Wasisto.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pemanfaatan biopori untuk mengelola sampah organik rumah tangga sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya legalitas dan pengembangan UMKM secara berkelanjutan.

“Permasalahan sampah masih menjadi perhatian di lingkungan masyarakat, pengelolaan sampah sebaiknya dimulai dari rumah melalui kebiasaan memilah dan memanfaatkan sampah sesuai jenisnya”, ujar Andika.

Ia katakan, sampah tidak seharusnya dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah tertentu masih dapat memberikan manfaat bagi lingkungan.

“Bagaimana kita menjadikan kesadaran bahwasannya sampah ini bukan hanya sebagai kotoran, tapi sampah ini berguna”, imbuhnya.

Salah satu bentuk pemanfaatan sampah organik yang diperkenalkan dalam sosialisasi tersebut adalah penggunaan biopori. Biopori dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk mengolah sampah organik rumah tangga, seperti sisa sayuran dan kulit buah sehingga dapat dimanfaatkan kembali.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi, Perpustakaan Mulia Desa Margohayu juga turut berperan dalam sosialisasi tersebut.

Literasi yang dibangun tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan mendapatkan informasi, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam memahami pengetahuan serta menerapkannya dalam kehidupan sehari hari.

Biopori dalam pot dengan tanaman jeruk purut dari Andika Setya Wasisto, Anggota DPR RI Komisi VII Dapil Jateng 2 sebagai pemateri sosialisasi.(foto:.timkkn upgris)

Pengurus Perpustakaan Mulia, Kosim, berharap pengetahuan yang diberikan dalam sosialisasi dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada masyarakat.

“Ibu-ibu PKK dapat menjadi contoh bagi warga lainnya dalam menerapkan biopori di lingkungan rumah”, ucap Kosim.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan biopori dalam pot. Para peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk melihat dan mempraktikkan secara langsung.

Anggota DPR RI Komisi VII Dapil Jawa Tengah II, juga memberikan paket biopori yang dilengkapi dengan tanaman jeruk purut sebagai bentuk dukungan penerapan biopori di rumah.

Diharapkan pemberian tersebut dapat mendorong masyarakat untuk memulai menerapkan pengelolaan sampah organik secara mandiri dari lingkungan rumah masing-masing.

Tanaman jeruk purut yang diberikan Andika, juga memiliki manfaat bagi keluarga, selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan masakan, tanaman jeruk purut juga dapat digunakan sebagai bagian dari tanaman obat keluarga (TOGA). Hal ini sejalan dengan PKK Mulia Margohayu yang turut mendorong pemanfaatan tanaman yang memiliki nilai guna bagi kebutuhan keluarga.

Kolaborasi antara mahasiswa KKN UPGRIS, PKK Mulia dan Perpustakaan Mulia Desa Margohayu, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah organik.

Pengetahuan tentang biopori tidak hanya berhenti pada kegiatan sosialisasi, melainkan dapat diterapkan di rumah dan ilmu yang didapat dibagikan kepada masyarakat sekitar.

Sosialisasi biopori yang digelar mahasiswa KKN UPGRIS dengan PKK Mulia dan Perpustakaan Mulia Desa Margohayu, diharapkan, masyarakat semakin memahami bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari langkah sederhana. Sampah organik rumah tangga yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat dimanfaatkan melalui biopori sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus mendukung terciptanya kebiasaan hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan. (tim/kkn)