PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang bergerak cepat merespons tragedi perundungan (bullying) yang merenggut nyawa seorang siswa di SMP Negeri 4 Randudongkal. Plt. Bupati Pemalang, Nurkholes, didampingi Agus Mulyadi, S.IP., M.M., Camat Randudongkal beserta jajaran terkait, melakukan kunjungan langsung ke sekolah tersebut guna mengevaluasi sistem pengawasan dan memastikan lingkungan belajar kembali aman bagi seluruh murid, pada Kamis, (6/8/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Nurkholes memberikan instruksi tegas kepada jajaran manajemen sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga komite sekolah untuk memperketat pengawasan di area persekolahan. Pemerintah daerah menyoroti pentingnya optimalisasi Program Sekolah Ramah Anak agar insiden serupa tidak kembali terulang di wilayah Pemalang.

Sebagai langkah konkret pencegahan, Pemkab Pemalang akan mewajibkan dan memperkuat pemasangan kamera pengawas (CCTV) di titik-titik rawan atau sudut sekolah yang minim jangkauan guru, seperti lorong dan area sekitar toilet. Keberadaan CCTV dinilai vital untuk mendukung efektivitas pemantauan sekaligus menyediakan bukti otentik apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain melakukan evaluasi sarana dan prasarana bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta pihak kepolisian, rombongan juga berdialog langsung dengan teman-teman sekelas korban untuk memberikan pendampingan psikologis dan motivasi moral.

Usai menyambangi sekolah, Plt. Bupati Pemalang dan Camat Randudongkal melanjutkan agenda dengan bertakziah ke rumah keluarga korban di Desa Semingkir. Selain menyampaikan belasungkawa mendalam dan menyerahkan bantuan santunan kematian, Pemkab Pemalang mengimbau masyarakat untuk menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian dan tidak berspekulasi di media sosial.

Melalui kunjungan ini, Pemkab Pemalang menegaskan komitmennya untuk membangun mekanisme deteksi dini kekerasan pada anak serta menciptakan iklim sekolah yang responsif, aman, dan bebas dari intimidasi.