
JAKARTA — Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan (Dapil) X Jawa Tengah, Rizal Bawazier, mengajukan usulan tegas kepada Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) agar kereta api cepat relasi Jakarta–Surabaya kembali berhenti di Stasiun Kota Pekalongan.
Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Rizal Bawazier dalam sebuah Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan jajaran direksi PT KAI. Dalam rapat itu, ia menyoroti perubahan rute dan jadwal pemberhentian kereta yang dinilai merugikan masyarakat di daerah pemilihan yang diwakilinya.
Menurut Rizal, pada masa lalu, Kereta Api Argo Bromo Anggrek atau yang kini dikenal sebagai KA Anggrek rute Jakarta–Surabaya selalu berhenti di Stasiun Pekalongan. Namun, sejak Februari 2025, pemberhentian di stasiun tersebut dihentikan, sehingga kini kereta hanya berhenti di Cirebon dan Semarang.
Politisi PKS ini menegaskan bahwa Kota Pekalongan memegang peranan strategis sebagai pusat wilayah di Jawa Tengah—menjadi titik sentral mobilitas warga yang ingin bepergian ke berbagai destinasi wisata populer seperti Dieng hingga Guci. Oleh karena itu, ketiadaan pemberhentian kereta cepat di wilayah tersebut menuai banyak masukan serta keluhan dari masyarakat.
“Banyak masukan sekali itu dari masyarakat, kenapa Pekalongan itu kan pusatnya di tengah, bukan Semarang sebenarnya. Pekalongan itu pusatnya di situ, mau ke Dieng, mau ke Guci, pusatnya di Pekalongan,” ujar Rizal dalam rapat tersebut, Rabu, (22/9/2026) Kemarin.
Sebagai tindak lanjut, Rizal Bawazier menyatakan kesiapannya untuk mengirimkan surat resmi kepada PT KAI demi memperjuangkan aspirasi warga Kota Pekalongan agar KA cepat tersebut kembali berhenti di wilayah mereka.







