
Padahal, Frans Daniel sejak awal memahami permasalahan internal organisasi dan turut serta dalam perjuangan membela hak-hak yang dianggap terzolimi. Namun, tanpa pertimbangan matang, ia justru berpaling dan mendukung pihak lain yang tidak diakui oleh Markas Besar LMP di bawah kepemimpinan Ketua Umum H. Adek Erfil Manurung, SH, dan Sekretaris Jenderal Neneng A. Tuty, SH.

















