PEMALANG — Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bantarbolang 3, Kabupaten Pemalang, akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya potongan rekaman CCTV yang memicu isu dugaan perselingkuhan di area dapur dan mess staf.

Pihak manajemen SPPG menegaskan bahwa rumor yang ramai di masyarakat tersebut tidak berdasar serta murni akibat salah paham.

Kepala SPPG Bantarbolang 3, Rifki Dwi Ramadhan, didampingi oleh Mila (Staf Akuntansi) dan Adit (bagian ASLAP) meluruskan bahwa peristiwa dalam rekaman video tersebut sebenarnya merupakan kejadian lama yang terjadi sekitar awal bulan Ramadan lalu, bukan peristiwa baru atau seminggu yang lalu. Interaksi dalam video tersebut melibatkan seorang ahli gizi berinisial R dan seorang relawan berinisial A.

Rifki menjelaskan, saat kejadian terekam, proses produksi di dapur sedang berhenti sementara karena ada kekurangan bahan baku. Ahli gizi berinisial R saat itu pergi ke area mess untuk membetulkan gorden sekaligus beristirahat sejenak.

Tak lama kemudian, relawan berinisial A menghampirinya untuk berdiskusi mengenai pekerjaan yang sifatnya butuh masukan personal, lantaran ruang kantor utama sedang diisi oleh orang lain.

“Membenarkan CCTV tersebut, namun itu hanya salah paham. Pihak relawan menghampiri ahli gizi untuk meminta saran terkait pekerjaan,” ujar Rifki saat dikonfirmasi CMI News, Kamis (23/7/2026) malam.

Selain meluruskan kronologi, manajemen SPPG Bantarbolang 3 juga membeberkan fakta teknis terkait video yang beredar di masyarakat.

Durasi asli rekaman CCTV tersebut sebenarnya berdurasi sekitar 8 menit, namun rekaman yang disebarkan ke publik telah dipotong hingga hanya sekitar 3 menitan, tambah Sigit.

Pemotongan durasi ini dinilai berpotensi menggiring opini negatif karena tidak menampilkan keseluruhan konteks peristiwa.

Manajemen SPPG Bantarbolang 3 membantah tegas narasi adanya tindakan melanggar norma atau aktivitas tertutup.

Screenshot video : Video yang beredar merupakan video lama, sekitar bulan Ramadan kemarin.

Pihaknya mencatat sejumlah fakta penting di lapangan, diantaranya; Pegawai berinisial R terbukti keluar-masuk ruangan dan tidak mengunci diri di dalam, situasi di sekitar lokasi beraktivitas normal, bahkan sempat ada petugas pembawa gas yang melintas dan bertegur sapa di area belakang, dan Mengenai munculnya kembali isu video tersebut ke publik, manajemen menilai isu ini sengaja diembuskan ulang akibat dinamika atau perselisihan antar-relawan di masa lalu.

Rifki menegaskan bahwa secara internal masalah tersebut sudah diselesaikan sejak lama dan kedua pegawai tetap bekerja secara profesional.

Menanggapi desas-desus yang sempat beredar di kalangan pekerja internal maupun warga sekitar kawasan dapur SPPG Bantarbolang 3 (di bawah naungan Yayasan Wangsa Medang Kamulan), manajemen berharap masyarakat dapat mencerna informasi secara bijak dan tidak menelan mentah-mentah potongan video yang sengaja dipangkas tersebut.

“Melalui klarifikasi ini, kami berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu liar dan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” pungkas Rifki.