
Purwokerto, cminews.co.id : Lautan manusia mendadak memadati lapangan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), pasalnya ribuan manusia sangat antusias menyaksikan Festival Balon Udara raksasa, Minggu (28/6/2026) pagi.
Festival Balon Udara raksasa yang menghiasi langit Purwokerto dalam rangka memperingati Milad ke-61 UMP dengan menerbangkan 31 balon udara raksasa beraneka motif dan corak.
Festival yang memasuki tahun keempat selalu mendapat tempat dihati masyarakat Banyumas dan sekitarnya serta menjadi magnet hiburan keluarga. Antusiasme pengunjung terlihat dari sibuknya mereka mengabadikan keindahan balon udara menggunakan ponsel mereka.
Salah satu pengunjung, Alifia Saputri dari Kabupaten tetangga Banyumas mengaku senang karena untuk melihat balon udara tidak perlu jauh-jauh pergi ke Wonosobo.
“Baru pertama kesini dari Purbalingga, biasanya melihat festival seperti ini di Wonosobo, tidak perlu jauh-jauh untuk melihat festival balon udara. Luar biasa balon udaranya banyak banget, kreatif, dan pastinya keren”, ujarnya.

Senada dengan Alifia, pengunjung lain Ratnasari mengungkapkan rasa kagum dengan banyaknya balon udara. “Motifnya kreatif”, ucapnya singkat.
Mayoritas pengunjung yang melihat balon udara berharap festival ini diadakan tiap tahun.
Sementara itu, Rektor UMP, Jebul Suroso, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara ini. “Jumlah balon meningkat dibanding tahun sebelumnya”, ucapnya.
Ia berharap melalui kegiatan ini mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat sekitar.
“Untuk kali keempat balon udara UMP mengudara di langit Purwokerto dan langsung naik. Inilah semangat kita agar UMP punya dampak sosial yang baik ke masyarakat Banyumas. Wisatawan dari berbagai daerah bisa datang ke Banyumas, untuk menggeliatkan pariwisata, kalau orang datang pasti ekonomi menggeliat”, tutupnya.
Balon udara yang mewarnai langit Purwokerto, dibuat secara mandiri oleh pengrajin balon udara langsung dari Wonosobo selama 3 Minggu.
Rata-rata ukuran satu balon udara berdiameter 5 meter, satu balon memakan waktu 3 Minggu pengerjaan. Dari puluhan balon yang mengudara, ada satu balon menjadi perhatian publik yakni balon udara yang mengusung tema solidaritas untuk Palestina.
Didukung dengan kondisi angin yang tenang pada Minggu pagi, proses penerbangan 31 balon udara berjalan tanpa hambatan dan menghiasi langit UMP.
Dalam penerbangan balon udara tersebut agar tidak mengganggu lalu lintas udara (penerbangan komersial) seluruh balon udara yang sudah diterbangkan tidak dilepas bebas, harus setinggi maksimal 50 meter dan wajib ditambatkan dengan tali.
Tingginya animo.masyarakat dalam melihat balon udara raksasa, pihak kampus UMP berencana terus mengagendakan Festival Balon Udara sebagai kalender acara rutin tahunan. (*)








