PEMALANG, CMI News – Masa Kampanye dan pemungutan suara telah selesai dalam Pilkada Kabupaten Pemalang tahun 2024.

Merujuk pada pasal 71 undang-undang 10 tahun 2016 dijelaskan bahwa Pemda dilarang menggunakan program kegiatan, wewenang, baliho-baliho bergambar salah satu calon. Artinya, gambar petahana pada saat sedang cuti kampanye harus dihilangkan untuk sementara waktu.

APK program UHC bergambar calon petahana (Bupati) itu dapat dipasang kembali ketika sudah selesai cuti kampanye atau setelah tahapan pemungutan suara 27 November 2024 kemarin.

Namun dilapangan terutama di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, ditemukan oleh awak media APK UHC berfoto Bupati Pemalang masih terlihat tak terpasang atau ditutupi, pada Jum’at (29/11/2024).

Diduga pihak lingkungan Dinas Kesehatan sengaja, atau belum memerintahkan jajarannya untuk mengembalikan APK UHC tersebut di mobil-mobil ambulance Puskemas. Antara Ketidaksukaan dan lupa, hal ini kalian yang bisa menilai sendiri.

Diakui oleh salah satu sopir mobil Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang oleh awak tim awak media. ” Bahwa gambar Bupati Pemalang yang berbarengan program (UHC) ditutup, itu atas perintah atasan (Kepala Puskesma) “kata sopir dari Puskesmas Banyumudal Moga yang enggan menyebutkan nama.

Perlu diketahui, Ketiadaan stiker pada ambulance dianggap sebagai simbol kurangnya komitmen pemerintah daerah (Dinas Kesehatan) terhadap layanan kesehatan masyarakat. Agar masyarakat tidak merasa bingung dan khawatir mengenai akses layanan kesehatan yang seharusnya dijamin oleh program UHC.

Jelas pada ambulance sangat penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap program pemerintah terutama kesehatan.

Hal ini sebagai teguran pihak terkait, untuk menunjukkan dukungannya terhadap UHC dengan memasang stiker di ambulance serta sebagai langkah nyata dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

Kritik ini mencerminkan harapan masyarakat agar pemerintah daerah (Dinas Kesehatan) tetap berkomitmen dalam menyediakan layanan kesehatan yang adil dan merata, terutama di masa pasca Pilkada.

Sementara itu, dr.Yulies Nuraya selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang saat di konfirmasi awak media, pada Jum’at (29/11/2024).

“Kami menutup gambar Pak Bupati atas dasar himbauan dari (Bawaslu) Kabupaten Pemalang, iyah memang hari ini belum dicopot, terima kasih atas informasinya nanti akan kembalilan semula,”kata dr.Yulies Nuraya saat ditemui di Pendopo Kabupaten Pemalang.

Hal ini diduga pihak terkait terkesan seperti sudah tidak menganggap petahana Mansur Hidayat sebagai Bupati Pemalang, bagaimana pun juga beliau masih menjadi Bupati Pemalang aktif.

Ditambahkan, Heriyanto, S.Pd, M.Si selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pemalang bahwa, gambar Pak Bupati ditutup tidak benar, karena gambar tersebut satu paket program (UHC) yang merupakan program unggulan di Kabupaten Pemalang, sampaikan ke Kepala Dinas Kesehatan harus dikembalikan semula,”tegas Heriyanto saat dikonfirmasi usai pimpinan apel di Hari Korpri.

Di hari yang sama awak media juga mengkonfirmasi terkait himbauan Bawaslu tersebut melalui telepon, pihaknya membenarkan adanya himbauan itu.

“Kami sudah memberi himbauan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang sejak tanggal 29 September 2024, sementara gambar atau photo Bupati ditutup sampai hari tenang (Pilkada), dan hari ini bisa dikembalikan semula,”jelas Sudadi ketua Bawaslu Pemalang.