Cikarang, CMI News — PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), emiten tambang emas nasional, kembali mencuri perhatian pelaku pasar. Setelah menunjukkan performa impresif pada kuartal I-2025, saham ARCI diproyeksi memiliki ruang kenaikan hingga 72% seiring ekspektasi lonjakan laba bersih dan peningkatan produksi emas.
Dalam laporan riset terbarunya, UOB Kay Hian menyebut bahwa ARCI berpeluang mencetak pertumbuhan laba signifikan, dengan proyeksi laba bersih mencapai US$ 90 juta pada tahun 2025 melonjak hingga 800% dibandingkan tahun sebelumnya. Pendorong utama optimisme ini datang dari dua sisi: kenaikan volume produksi dan harga emas global yang terus menanjak.
Hingga Juni 2025, harga emas telah melesat 80% menjadi US$ 3.350 per ons dibandingkan awal 2021. Di saat bersamaan, ARCI meningkatkan aktivitas penambangan di lokasi-lokasi dengan kadar emas tinggi, seperti tambang Marawuwung dan Araren Stage 7 yang mengandung emas 2โ3 gram per ton. Produksi kuartal II-2025 pun diproyeksikan naik 50%.
Secara keseluruhan, produksi emas ARCI diperkirakan mencapai 115โ120 ribu ons sepanjang tahun ini, naik dari 97 ribu ons pada 2024. UOB Kay Hian bahkan memperkirakan compound annual growth rate (CAGR) produksi ARCI akan mencapai 10,2% selama periode 2024โ2028, dengan target output 143.300 ons pada akhir periode.
Meskipun ekspansi tambang dalam jangka pendek berpotensi menaikkan biaya operasional, kenaikan harga emas global dinilai mampu mengompensasi tekanan biaya tersebut. Tambang-tambang utama seperti Marawuwung, Araren, dan Toka kini menjadi tulang punggung produksi. Tambahan cadangan juga sedang dipersiapkan dari lokasi seperti Araren Stage 8 (2026), Araren Stage 9, dan proyek tambang bawah tanah Kopra yang dijadwalkan aktif pada 2027.
Cadangan emas ARCI saat ini mencapai 3,2 juta ons, berdasarkan laporan JORC per Desember 2020, saat harga emas masih berada di kisaran US$ 1.800 per onsโjauh di bawah level saat ini. Pembaruan data JORC yang direncanakan pada akhir 2025 berpotensi merevaluasi nilai intrinsik ARCI secara signifikan.
Ke depan, Archi Indonesia juga mengincar potensi besar dari tambang Western Corridor, khususnya Talawanan, yang memiliki cadangan emas sekitar 1 juta ons. Proyek ini diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
UOB Kay Hian menginisiasi rekomendasi buy untuk saham ARCI, dengan target harga Rp 1.280 per saham, mencerminkan valuasi EV/EBITDA 10x dan potensi upside sebesar 67% dari harga pasar saat riset dirilis (Rp 765).
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















