
Cikarang, CMI News ā Perusahaan energi dan petrokimia milik taipan Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT), kembali mencuri perhatian pasar. Setelah sahamnya melesat hingga ratusan persen sejak awal tahun, kini perseroan resmi meneken dua perjanjian penting dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Kesepakatan ini mencakup fasilitas kredit berjangka (term loan facility) dan fasilitas forex line, yang bertujuan memperkuat likuiditas sekaligus mendukung strategi pengelolaan risiko perusahaan.
Saham BRPT Melesat 348%
Sepanjang 2025, saham BRPT menjadi salah satu bintang di Bursa Efek Indonesia. Dari posisi Rp600 per saham (9 April 2025), harga saham melonjak hingga Rp2.690 (1 Agustus 2025). Kenaikan spektakuler sekitar 348% ini memperlihatkan optimisme investor terhadap prospek bisnis Barito Pacific.
Detail Fasilitas dari BRI

Dari perjanjian dengan BRI, Barito Pacific memperoleh:
Fasilitas kredit berjangka (term loan) dengan plafon maksimum US$ 252,75 juta (committed, non-revolving).
Fasilitas forex line dengan plafon serupa, yang akan digunakan untuk transaksi derivatif, khususnya interest rate swap (IRS).
Menurut David Kosasih, Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan BRPT, dana tersebut akan digunakan untuk mendukung kebutuhan korporasi umum, termasuk pelunasan pinjaman lama yang berasal dari perjanjian kredit pada 5 Agustus 2020.
Dampak bagi Investor
Langkah ini dinilai strategis karena menunjukkan keseriusan BRPT dalam menjaga struktur keuangan dan mengelola risiko suku bunga global. Dengan adanya fasilitas lindung nilai, perusahaan dapat menekan volatilitas yang bisa mengganggu arus kas.
Bagi investor, kabar ini memberi sinyal positif: manajemen keuangan BRPT makin solid di tengah reli saham yang sudah terjadi dalam beberapa bulan terakhir.








