
Cikarang, CMI News – Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) tampil impresif di bursa.
Pada perdagangan Rabu (20/8/2025), saham emiten tambang emas Grup Bakrie ini ditutup menguat 5,73% ke Rp 480 per saham, setelah sempat bergerak di rentang Rp 452–Rp 484.
Lonjakan harga tersebut didorong oleh minat beli yang solid dari investor asing.
Data BEI menunjukkan, total transaksi BRMS mencapai 12,65 juta lot dengan nilai Rp 598,44 miliar.
Broker asing UBS Sekuritas Indonesia tercatat melakukan net buy Rp 85,8 miliar, sementara secara total investor asing membukukan akumulasi hingga Rp 237 miliar.

Investor Asing Jadi Motor Penguatan
Aksi beli agresif asing memperkuat kepercayaan pasar pada prospek BRMS. Perusahaan tengah mengandalkan produksi emas dari anak usaha PT Citra Palu Minerals (CPM) yang beroperasi di Sulawesi Tengah.
Dari sisi teknikal, analis melihat penguatan ini masih sehat karena disertai peningkatan volume. MNC Sekuritas menilai BRMS masih berada pada fase konsolidasi.
“Ada peluang BRMS membentuk wave [iii] dari wave C,” tulis riset mereka.
MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness dengan area masuk di Rp 460–Rp 476.
Target harga jangka pendek diproyeksikan di Rp 498, dan bila momentum terjaga, saham bisa menuju Rp 520.
Adapun batas stop loss disarankan apabila harga terkoreksi di bawah Rp 458.
Dua faktor utama membuat saham BRMS semakin menarik:
1. Fundamental bisnis emas yang defensif di tengah gejolak harga komoditas global.
2. Konsistensi akumulasi asing, mencerminkan keyakinan pada prospek jangka menengah.
Jika tren akumulasi asing berlanjut, BRMS berpotensi menembus level psikologis Rp 500–520 dalam waktu dekat.
Namun, investor tetap disarankan waspada terhadap volatilitas pasar serta dinamika harga emas dunia yang bisa memengaruhi pergerakan saham.








