
Cikarang, CMI News – Langkah besar diambil pengusaha tambang, Alexander Ramlie, yang baru-baru ini melepas sebagian besar kepemilikan sahamnya di PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Dalam transaksi pada 26 Agustus 2025, mantan Direktur Utama AMMN yang kini menjabat Komisaris itu menjual 282,99 juta saham dengan nilai fantastis Rp2,28 triliun.
Dalam keterangannya kepada otoritas bursa, Alex menegaskan bahwa penjualan ini dilakukan untuk tujuan investasi pribadi. Saham tersebut dilepas di harga Rp8.075 per lembar, sehingga kepemilikan Alex di AMMN kini menyusut tajam: dari 388,4 juta saham menjadi 105,4 juta saham. Secara persentase, hak suara yang dimilikinya turun dari 0,536% menjadi hanya 0,145%.
Dari Direktur Utama ke Komisaris
Keputusan Alex melepas saham muncul tidak lama setelah dirinya resmi mundur dari kursi Direktur Utama pada Juni 2025 lalu. Pengunduran diri ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), sekaligus menetapkan dirinya sebagai Komisaris perseroan. Posisi Dirut kemudian digantikan oleh Arief Widyawan Sidarto, profesional asal Singapura yang berpengalaman panjang di dunia keuangan, termasuk karier di Goldman Sachs hingga Rajawali Corpora.
Langkah restrukturisasi ini menandai babak baru kepemimpinan AMMN, perusahaan tambang yang sebelumnya dikenal lewat akuisisi PT Newmont Nusa Tenggara pada 2016—transaksi besar yang juga melibatkan peran penting Alex.

Posisi Alex di Peta Bisnis Nasional
Meski melepas sebagian besar sahamnya, posisi Alex tetap kokoh di dunia bisnis Indonesia. Berdasarkan Forbes Realtime Billionaires, ia masih berada di peringkat 21 orang terkaya Indonesia dengan kekayaan bersih sekitar US$2,6 miliar atau Rp42,7 triliun.
Sebagai salah satu arsitek ekspansi Amman Mineral, Alex juga tercatat pernah mengawal akuisisi saham pengendali di Macmahon Holdings Ltd yang terdaftar di bursa Australia (ASX) pada 2017, di mana ia menjabat sebagai Direktur Non-Eksekutif hingga 2023.








