
BATANG – Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan tiga bus antarkota terjadi secara dramatis di ruas Jalan Tol KM 367 Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, pada Sabtu malam (15/11/2025). Insiden mencekam yang terjadi dalam hitungan detik ini mengakibatkan salah satu sopir bus, yang berusia 72 tahun, menderita luka parah.
Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 23.40 WIB dan melibatkan tiga armada bus besar, yaitu Bus Hino PO Harapan Jaya, Bus Hino PO Handoyo, dan Bus Hino PO Kramat Djati.
Menurut Kasatlantas Polres Batang AKP Eka Hendra, kecelakaan ini murni insiden beruntun yang terjadi sangat cepat, namun pemicunya diduga berasal dari aksi berbahaya sebuah bus yang hingga kini belum diketahui identitasnya.
“Ada satu bus yang tidak diketahui identitasnya memotong dari lajur kiri ke kanan, sehingga Bus Kramat Djati terpaksa mengerem mendadak,” jelas AKP Eka Hendra, Minggu (16/11/2025).
Manuver mendadak dari bus misterius tersebut menciptakan efek domino yang mengerikan bagi kendaraan di belakangnya. Bus Kramat Djati yang berada di depan terpaksa melakukan pengereman darurat.

Detik-detik berikutnya adalah tabrakan beruntun yang tak terhindarkan. Berdasarkan hasil olah TKP, kecelakaan bermula ketika Bus Harapan Jaya menabrak keras bagian belakang kiri Bus Handoyo. Dorongan yang kuat ini lantas membuat Bus Handoyo terdorong ke depan hingga menabrak Bus Kramat Djati yang sedang mengurangi kecepatan.
Korban luka paling serius adalah sopir Bus Harapan Jaya, Hery Susanto (72 tahun), warga Tulungagung. Akibat benturan keras tersebut, ia mengalami patah tulang tertutup pada tangan kanan serta luka robek di pelipis kanan. Meskipun dalam kondisi sadar saat dievakuasi, korban segera dilarikan ke RS QIM Batang untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
“Korban langsung kami bawa ke RS QIM Batang dan saat ini dalam penanganan medis,” tambah AKP Eka Hendra.
Beruntung, dalam insiden dramatis ini tidak ada korban meninggal dunia. Sementara itu, total kerugian material akibat kerusakan tiga bus diperkirakan mencapai Rp50 juta.
Dua sopir bus lainnya, yakni Pandu Satriyanto Wibowo (35) dari PO Handoyo dan Heri Suryadi (51) dari PO Kramat Djati, dilaporkan tidak mengalami luka. Keduanya telah menjalani pemeriksaan oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Batang untuk memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kronologi kejadian.
Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan menelusuri keberadaan bus misterius yang diduga kuat menjadi pemicu utama kecelakaan.
Unit Gakkum Satlantas juga telah melakukan pendataan serta pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan dan pengemudi.
Mengingat risiko tinggi, terutama pada jalur bebas hambatan di malam hari, Satlantas Polres Batang menekankan pentingnya kepatuhan lalu lintas.
“Kami mengingatkan pentingnya menjaga jarak aman antar kendaraan, terutama pada jalur tol di malam hari ketika visibilitas terbatas dan risiko manuver mendadak semakin besar,” tutup AKP Eka Hendra.








