
TASIKMALAYA – Para mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam aliansi Cipayung Plus dan Poros Pelajar Kota Tasikmalaya menggelar unjuk rasa besar sejak Selasa (8/9). Mereka memprotes maraknya aksi kejahatan jalanan dan geng motor di wilayah tersebut.
Peristiwa tragis yang menewaskan seorang pedagang jasuke di kawasan Bungursari pada 2 September 2026 memicu kemarahan elemen masyarakat ini. Mereka menuntut jaminan keamanan nyata dari aparat dan pemerintah Kota Tasikmalaya.
Massa memulai aksi dari Mapolres Tasikmalaya Kota. Situasi memanas saat para pengunjuk rasa berhadapan dengan barikade polisi. Dugaan provokasi dari oknum aparat di lapangan memantik emosi massa. Mereka bahkan sempat menerobos gerbang markas kepolisian.
Selanjutnya, gelombang massa bergerak menuju Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Tasikmalaya. Walaupun hujan deras mengguyur lokasi, ratusan peserta aksi tetap bertahan hingga malam hari. Mereka bersikeras menagih komitmen langsung dari para pemangku kebijakan.
Ketegangan akhirnya mereda sekitar pukul 21.30 WIB. Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andik Eko Siswanto, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Aslim, serta perwakilan Pemerintah Kota Tasikmalaya menemui demonstran secara langsung. Para pimpinan daerah tersebut menyepakati dan menandatangani nota kesepahaman bersama massa.

10 poin tuntutan utama warga yang mereka sepakati meliputi:
Kepolisian menindak tegas dan memproses hukum para pelaku aksi geng motor tanpa pandang bulu.
Pemerintah memperluas dan memperbaiki sarana Penerangan Jalan Umum (PJU) serta kamera CCTV di titik-titik rawan kriminalitas.
Kepolisian membangun pos pengamanan terpadu dan meningkatkan frekuensi patroli di jalur rawan pembegalan.
Aparat memberikan jaminan keamanan penuh bagi para pelaku usaha dan pedagang yang beraktivitas pada malam hari.
Kepolisian mengevaluasi dan menindak secara internal oknum aparat yang diduga memprovokasi massa saat pengamanan.
Setelah pejabat menyetujui tuntutan tersebut, para demonstran meninggalkan lokasi dengan tertib. Aliansi mahasiswa dan pelajar berjanji akan terus mengawal pelaksanaan kesepakatan ini agar warga Kota Tasikmalaya kembali merasa aman dan kondusif.








