
Cilacap, cminews.co.id – Salah satu korban Kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa pada 13 September 2026 yang lalu, tiba di rumah duka Dusun Nagasari, Desa Danasri Kidul Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap, Selasa (29/9/2026).
Ratusan pelayat memberi penghormatan terakhir kepada Maolana Purwa Wibowo (18) salah satu korban Kapal Virgo Transport 8.
Jenazah di terbangkan dari Banjarmasin sekira pukul 07:00 WIB menuju Bandara Internasional Yogyakarta, selanjutnya dari Bandara Yogyakarta jenazah dibawa menggunakan Ambulan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon Kabupaten Bantul dengan Nomor Polisi AB 9051 UB, melalui jalur darat.
Tiba di rumah duka sekitar pukul 10:40 WIB, jenazah yang sudah berada dalam peti, selanjutnya di shalat kan serta dilaksanakan upacara pemberangkatan jenazah menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kyai Sepanjang di desa setempat.
Isak tangis dari keluarga dan pelayat mewarnai kedatangan jenazah di rumah duka hingga keberangkatannya menuju peristirahatan terakhir.

Kepergian Maolana untuk selamanya diceritakan oleh ayahnya, Mukholidin (44), bahwa Almarhum berniat kerja di Kalimantan di Sawit diajak oleh tetangganya bernama pak Ramelan yang hingga sekarang jenazahnya belum ditemukan.

“Sempat pamit ke saya kalau mau berangkat ke Kalimantan di Sawitan. Saya hanya merestui, dan berpesan hati-hati, prihatin di rantau, jangan membuat kesalahan”, ujarnya.
Ia mengatakan, kepergiannya ke Kalimantan di ajak oleh Pak Ramelan, ada 6 orang termasuk Pak Ramelan. 5 anak termasuk anak saya, 4 orang selamat, yang selamat 3 orang sudah pulang dan yang 1 anak masih di Banjarmasin bersama kakeknya.
“Yang selamat Alhamdulillah sudah silaturahmi kesini. Selama dalam perjalanan anak saya tidak berkomunikasi, soalnya tidak punya HP, dan baru di belikan HP oleh pak Ramelan di Surabaya, mungkin nomernya (kartu chip) belum sempat di pasang dalam HP tersebut”, imbuhnya.
Mukholidin menceritakan, bahwa dirinya tahu kalau kapal yang ditumpangi Maolana mengalami kecelakaan laut dari saudara saya pada Hari Minggu 13 September 2026.
“Semenjak kepergian Maolana ke Kalimantan, saya merasakan tidur tidak tenang bahkan sulit tidur. Begitu diberi tahu kapalnya mengalami kecelakaan, saya langsung ke istri pak Ramelan di Nusawungu, menanyakan kebenarannya”, ucapnya.

Ayah Maolana menambahkan bahwa anaknya baru pertama ini kerja jauh dari rumah atau merantau ke luar Jawa.
“Untuk membantu orang tua pamit almarhum saat akan bekerja di Kalimantan. Dia anak pertama, adiknya perempuan kelas 6 SD. Almarhum hanya lulusan Madrasah Ibtidaiyah (MI), putus sekolah saat kelas 2 SMP”, jelasnya.
Sementara itu, Camat Nusawungu, Oktavian Panji Setiawan, bersama Forkopimcam saat melayat di rumah duka mengatakan, Forkopimcam bersama pemerintah desa, menghaturoan bela sungkawa atas kejadian kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa beberapa waktu lalu.
Ia katakan, berdasar data yang kami ketahui dari pihak Basarnas, berkaitan dengan warga Kecamatan Nusawungu yang memang berada di Kapal Virgo Transport 8 berjumlah 4 orang.
“Ada 4 orang warga kami yang berada dalam Kapal Virgo Transport 8, berdasar data yang kami terima dari Basarnas, mereka masing-masing, Salikhin warga Desa Banjarwaru, Riandra warga Desa Karangputat, selanjutnya Maolana yang dinyatakan meninggal dunia dan jenazahnya akan tiba di rumah duka, dan terakhir ada Ramelan warga Desa Nusawungu yang sampai saat ini masih belum diketahui keberadaannyan belum ditemukan”, kata Camat.

Camat Nusawungu Panji, menyebut, dari 4 orang tersebut yaitu Salikhin dan Riandra dinyatakan selamat. Untuk pak Salikhin saat ini sudah berada di rumahnya di Desa Banjarwaru, dan Riandra sendiri keberadaannya saat ini berada di Banjarmasin ikut saudaranya.
“Infonya ada kegiatan untuk bekerja di Kalimantan. Dan mengetahui adanya warga kami ikut Kapal Virgo Transport 8 berdasar data Manifes dari Basarnas berjumlah 3 yaitu Maolana, Riandra, dan Salikhin, pada 14 September, hingga berkembang dari 15-16 September ada 1 warga kami yaitu pak Ramelan yang ikut bersama 2 warga dari luar Kabupaten Cilacap, keduanya dari Kabupaten Purbalingga. Jadi jumlah total yang ikut rombongan ini ada 6 orang. 4 orang warga Nusawungu, 2 orang warga Purbalingga.”, jelas Camat Nusawungu.
“Mudah-mudahan warga kami hanya 4 ini, serta kami juga masih menunggu informasi dari Basarnas Posko terpadu Banjarmasin, mudah-mudahan pak Ramelan segera ditemukan, kami mohon doa restunya dari masyarakat”, tutupnya.
Dilansir dari berbagai sumber, Kapal Virgo Transport 8 merupakan Kapal penumpang jenis Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) yang berfungsi mengangkut penumpang sekaligus kendaraan, dengan melayani rute penyeberangan Surabaya menuju Banjarmasin. Memiliki panjang 119 meter, lebar 23 meter, tonase kotor sekitar 4.277 ton. Kapal ini dibangun tahun 1987 oleh Shin Kurushima Onishi Shipyard di Imabari Jepang dengan nama Ferry Kurushima, beroperasi di Indonesia pada pertengahan tahun 2026.
Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan terbalik dan tenggelam pada 13 September 2026 di Perairan Masalembo Laut Jawa saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin membawa ratusan penumpang dan beberapa kendaraan di tengah cuaca buruk. Berdasar manifes jumlah penumpang 213 orang, kru kapal 30 orang, dengan mengangkut 89 kendaraan. (*)








