
Pemalang, CMI News – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pemalang, sebuah video yang memperlihatkan dugaan rencana politik uang menjadi viral di media sosial dan diduga akan dilakukan untuk Pilkada Pemalang 2024.
Video tersebut menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat dan memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Pemimpin Redaksi (Pimred) CMI News, yang mendesak agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pemalang, segera mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Dalam video tersebut, terlihat adanya pembicaraan terkait rencana pemberian sejumlah uang. Diduga sebagai upaya untuk mempengaruhi suara pemilih pada Pilkada yang akan datang.
Publik khawatir jika praktik politik uang ini tidak ditindaklanjuti, hal ini dapat menciderai prinsip demokrasi dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap proses pemilihan.
” Insyaallah pak Anom dan tim itu udah siap, katakan saja itu kepada yang didata.” Ucap wanita berpakaian warna kuning dalam video viral tersebut.
Lanjutnya, ” Bahwa amplop yang akan diterima oleh yang panjengan data, itu adalah lebih besar dari” Amin jawab mereka yang dilokasi sambil bertepuk tangan.

Sebagai informasi, diketahui video beredar itu bertempat di sebuah cafe di jln Sulawesi, Mulyoharjo, Pemalang. Dimana diketahui bahwa cafe tersebut sering digunakan berkumpul untuk pertemuan antara calon Bupati dan Wakil Bupati Pemalang nomor urut 03 dan timses serta relawannya.
Menanggapi hal itu, Pimpinan Redaksi (Pimred) CMI News Surya AL dalam pernyataannya menyampaikan bahwa Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu harus sigap menindaklanjuti temuan ini.
“Bawaslu memiliki tugas untuk menjaga integritas pemilu. Video yang viral ini adalah indikasi kuat adanya pelanggaran serius yang harus diusut tuntas. Kami mendesak Bawaslu agar bertindak tegas, agar pemilu di Pemalang dapat berlangsung jujur dan adil,” ujar Pimred CMI News.
Ia menambahkan bahwa langkah tegas dari Bawaslu akan menjadi bukti bahwa penyelenggara pemilu tidak mentolerir adanya praktik kecurangan dalam bentuk apa pun.
Dia berharap agar kasus ini dapat diproses sesuai dengan aturan yang berlaku, termasuk memberikan sanksi yang berat bagi para pelaku politik uang.
Pimred CMI News juga berencana akan melaporkan ke Bawaslu dan pihak-pihak terkait soal video tersebut, bertujuan untuk meminta tanggapan dan langkah apa yang akan dilakukan oleh Bawaslu dan pihak-pihak lainnya.
Hingga berita ini diunggah, pihak Calon Bupati Pemalang 2024-2029 nomor urut 3 (tiga) terkait video viral tersebut. Beliau belum memberikan keterangan saat dihubungi awak media CMI News, pada Sabtu (9/11/2024) .
Kasus ini menjadi perhatian luas karena berpotensi mempengaruhi jalannya Pilkada di Pemalang. Masyarakat kini menunggu langkah nyata dari Bawaslu untuk memastikan bahwa pemilu berjalan tanpa intervensi politik uang.









