CMI NEWS — Sejumlah karya seni dan dekorasi milik mendiang Jeffrey Epstein terungkap dilepas secara senyap melalui rumah lelang Millea Bros.

Auctioneers di New Jersey, Amerika Serikat. Penjualan ini memancing perhatian publik setelah diketahui bahwa sebagian besar koleksi Epstein bukan karya orisinal bernilai tinggi, melainkan replika, cetakan, hingga properti dekoratif dengan harga relatif rendah.

Proses lelang dilakukan tanpa mencantumkan identitas Epstein sebagai pemilik sebelumnya.

Namun, pengacara harta warisan Epstein, Daniel Weiner, mengonfirmasi bahwa item-item tersebut berasal dari kediaman Epstein di Upper East Side, Manhattan, dan dijual melalui skema penjualan massal, bukan konsinyasi satu per satu.

Menurut Weiner, hasil penjualan dialokasikan untuk administrasi harta warisan, termasuk kompensasi bagi para korban.

Salah satu item yang paling menyedot perhatian adalah patung perunggu perempuan telanjang yang tergantung tali, yang sebelumnya terlihat menghiasi tangga rumah Epstein.

Karya ini lama memicu spekulasi karena kesan visualnya yang gelap dan provokatif.

Dalam katalog lelang, patung tersebut terdaftar dengan judul “Female Nude”, karya seniman Prancis Arnaud Kasper, edisi 6 dari 8, dan terjual hanya USD 1.500 pada Juni lalu.

Menariknya, versi patung serupa diketahui dipamerkan secara resmi di Balai Kota Sarrebourg, Prancis Timur, serta sebagai instalasi luar ruang di beberapa kota Prancis.

Namun, varian dengan tambahan gaun pengantin, seperti yang terdapat di rumah Epstein tidak pernah dipamerkan oleh sang seniman.

Hal ini memunculkan dugaan bahwa modifikasi tersebut merupakan interpretasi pribadi Epstein, bukan konsep artistik asli.

Item lain yang sempat mengundang tanda tanya adalah lukisan bergaya Fauvisme berjudul “Femme Fatale”, yang sekilas menyerupai karya pelukis ternama Kees van Dongen.

Jika asli, nilainya bisa mencapai jutaan dolar AS.

Namun fakta lelang berkata lain. Karya tersebut dicatat sebagai “After Kees van Dongen”, dengan medium giclée print di atas kanvas alias cetakan berkualitas tinggi, bukan lukisan orisinal.

Hasilnya, lukisan itu hanya laku USD 275, bahkan dinilai lebih murah dari bingkainya yang dibuat oleh Eli Wilner & Company, pembuat bingkai premium di New York.

Beberapa item lain yang dilelang antara lain:

“Free Money” karya Tom Otterness (maquette), terjual USD 5.000 — item termahal dalam penjualan ini

Salinan lukisan karya Giuseppe Nogari, USD 500

Ukiran erotis Prancis abad ke-18/19, USD 425

Lukisan ekspresionis misterius bertanda tangan “Melia”, USD 850

Lukisan terakhir sempat ramai diperbincangkan warganet karena wajahnya yang terdistorsi dan menyeramkan.

Sebagian berspekulasi menyerupai tokoh publik tertentu, meski tidak ada bukti yang menguatkan klaim tersebut.

Temuan lelang ini memperkuat gambaran bahwa selera seni Jeffrey Epstein lebih bersifat provokatif dan simbolik, alih-alih koleksi seni bermutu tinggi.

Banyak item yang ternyata replika, dekorasi, atau karya seniman minor, dipilih bukan untuk nilai artistik, melainkan untuk menciptakan kesan psikologis tertentu bagi tamu-tamunya.

Pengamat seni menilai Epstein bukan kolektor serius, melainkan memanfaatkan seni sebagai alat pencitraan dan manipulasi atmosfer, bukan sebagai investasi atau apresiasi artistik.