
CMI News – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan melaporkan bahwa penyaluran anggaran subsidi dan kompensasi hingga Oktober 2025 telah mencapai Rp 315 triliun. Angka ini sedikit lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 327 triliun, atau turun sekitar 3,7%.
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menjelaskan bahwa pencairan tersebut mencakup berbagai program yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari BBM, LPG, listrik, hingga pupuk dan perumahan bersubsidi.
“Subsidi dan kompensasi telah dibayarkan kepada badan usaha penyalur sebesar Rp 315 triliun,” ujar Suahasil dikutip Sabtu (22/11/2025).
Realisasi Subsidi BBM, LPG, Listrik, dan Pupuk
Berdasarkan data pemerintah, berikut distribusi penyaluran hingga Oktober 2025:

1. BBM Bersubsidi
Tersalurkan 13,91 juta kiloliter, atau setara 72% dari target 19,31 juta kiloliter.
Realisasi ini menandakan konsumsi masih berjalan sesuai perkiraan di tengah dinamika harga minyak global.
2. LPG 3 Kilogram
Penyaluran mencapai 6.353,4 juta kg, atau 78% dari kuota tahunan sebesar 8.170 juta kg.
LPG melon tetap menjadi penopang energi rumah tangga berpendapatan rendah.
3. Listrik Bersubsidi
Telah diterima oleh 42,5 juta pelanggan, bahkan sedikit melampaui kuota 42,1 juta pelanggan (101%).
Kelebihan realisasi ini dipengaruhi pembaruan data penerima dan penggunaan listrik rumah tangga yang stabil.
4. Pupuk Bersubsidi
Tersalurkan sebanyak 6,5 juta ton, atau 73% dari total kuota 8,9 juta ton.
Penyerapan ini penting untuk menjaga produktivitas sektor pertanian, terutama jelang musim tanam.
5. Perumahan Bersubsidi
Sebanyak 172,1 ribu unit telah terealisasi, memenuhi 72% dari target 240 ribu unit.
Tren ini menunjukkan permintaan segmen perumahan terjangkau masih tinggi di berbagai daerah.






