
CMI News – Menjelang masa liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), pemerintah resmi meluncurkan Program Diskon Tiket Transportasi Nasional. Inisiatif ini diumumkan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan menjadi bagian dari upaya menjaga daya beli sekaligus mendorong mobilitas masyarakat di akhir tahun.
Airlangga menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan instruksi langsung Presiden untuk memastikan biaya perjalanan lebih terjangkau, terutama karena mobilitas publik terbukti menjadi pendorong signifikan terhadap aktivitas ekonomi nasional.
“Mobilitas masyarakat adalah komponen penting bagi pertumbuhan ekonomi. Karena itu, selama periode libur Nataru, pemerintah memastikan akses transportasi tetap terjangkau dan nyaman,” ujar Airlangga, dikutip Sabtu (22/11/2025).
Empat Jenis Transportasi yang Dapat Diskon Nataru
Program diskon ini melibatkan empat moda transportasi besar: kereta api (KAI), kapal laut (PELNI), penyeberangan ASDP, dan pesawat udara. Berikut detailnya:

1. Kereta Api (PT KAI)
Diskon: 30% untuk kelas ekonomi komersial
Berlaku pada 156 KA reguler dan 26 KA tambahan
Kuota: 1.509.080 penumpang
Tiket tersedia melalui seluruh channel resmi KAI
Kebijakan ini diprediksi meningkatkan mobilitas antar kota di Jawa dan Sumatra, seiring tingginya permintaan perjalanan darat saat libur panjang.
2. Kapal Laut (PT PELNI)
Diskon: 20% tarif dasar (setara 16–18% harga tiket)
Khusus untuk penumpang kelas ekonomi
Kuota: 405.881 penumpang
Diskon angkutan laut diharapkan memberi ruang gerak lebih besar bagi masyarakat di kawasan timur dan kepulauan yang sangat bergantung pada moda transportasi ini.
3. Penyeberangan (PT ASDP Indonesia Ferry)
Diskon: 100% tarif jasa kepelabuhanan
(setara diskon riil ±19%)
Berlaku di 8 lintasan dan 16 pelabuhan
Kuota:
227.560 penumpang
491.776 kendaraan
Total setara 2,34 juta penumpang
Tiket melalui aplikasi Ferizy
Langkah ini diprediksi menekan biaya logistik dan perjalanan lintas pulau, terutama di jalur-jalur sibuk seperti Merak–Bakauheni.
4. Tiket Pesawat
Diskon berkisar 13–14%
Berlaku untuk 3,59 juta penumpang
Disertai kebijakan perpanjangan jam operasi bandara untuk menjaga kelancaran penerbangan
Diskon udara sudah berjalan sejak terbitnya PMK 71/2025, yang memberikan relaksasi PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk jasa angkutan udara.
Kapan Diskon Berlaku?
Pesawat: mulai akhir Oktober 2025
KAI, PELNI, ASDP: berlaku serentak mulai 21 November 2025 pukul 00.01 WIB
Dengan jadwal yang sudah jelas, masyarakat dapat mulai merencanakan perjalanan lebih awal agar tidak kehabisan kuota diskon.
Sinkronisasi dengan Libur Sekolah
Pemerintah juga memastikan program diskon ini selaras dengan jadwal libur sekolah. Kemendikdasmen telah mengoordinasikan penetapan libur semester ganjil di mayoritas provinsi:
22 Desember 2025 – 3 Januari 2026
Surat Edaran nasional akan diterbitkan agar sekolah dapat memanfaatkan masa libur sekaligus mendorong aktivitas ekonomi lokal melalui pariwisata dan perjalanan keluarga.
Landasan Hukum Program Diskon Nataru
Program ini bersandar pada SKB 4 Menteri/Kepala Badan:
Menteri Perhubungan
Menteri Keuangan
BP BUMN
BPI Danantara
SKB tersebut terbit 28 Oktober 2025 dan menjadi dasar penugasan BUMN transportasi untuk memberikan diskon sebagai stimulus ekonomi.
Analisis Ekonomi: Apa Dampaknya?
Kebijakan diskon transportasi pada periode libur besar selalu memiliki dua dampak utama:
1. Mendorong Konsumsi Rumah Tangga
Libur Nataru dikenal sebagai momentum peningkatan belanja masyarakat, terutama pada:
sektor pariwisata
transportasi
kuliner
hotel & retail
Dengan tiket yang lebih terjangkau, potensi pergerakan wisatawan domestik diperkirakan meningkat signifikan.
2. Menjaga Stabilitas Harga Transportasi
Harga tiket menjelang akhir tahun biasanya meningkat karena lonjakan permintaan. Program diskon ini membantu menahan tekanan harga—terutama pada penerbangan—yang kerap menjadi komponen inflasi musiman.
Kesimpulan
Program Diskon Transportasi Nataru 2025/2026 menjadi strategi pemerintah untuk memastikan:
mobilitas tetap terjangkau
pertumbuhan ekonomi akhir tahun terjaga
masyarakat bisa merencanakan liburan lebih nyaman
Dengan berbagai moda transportasi yang mendapatkan penyesuaian harga, periode libur akhir tahun ini diprediksi lebih dinamis sekaligus lebih ramah di kantong.






