CMI News — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menghadiri rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI.

Realisasi Kinerja 2025: PNBP Hampir 80% dari Target

Dalam pemaparannya, Bahlil menyampaikan bahwa realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM hingga 10 November 2025 telah mencapai Rp 200,66 triliun, atau 78,74% dari target sebesar Rp 254,83 triliun.

Di saat yang sama, produksi minyak bumi atau lifting nasional terserap stabil pada 605,5 ribu barel per hari (bph)—sedikit melampaui target 605 ribu bph. Ini menjadi capaian jarang dalam beberapa tahun terakhir, mengingat tren produksi migas yang cenderung menurun.

Namun, serapan anggaran ESDM terpantau masih rendah. Dari total pagu Rp 14,11 triliun, baru 31,12% yang terealisasi. Meski demikian, Bahlil optimistis penyerapan dapat mencapai 91,7% di akhir tahun.

Usulan Anggaran 2026: Fokus Program Strategis

Untuk tahun 2026, Kementerian ESDM mengusulkan anggaran Rp 10,12 triliun. Sebanyak 64,8% (Rp 6,56 triliun) dialokasikan untuk program strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat, seperti ketahanan energi, eksplorasi migas, hingga infrastruktur energi baru terbarukan (EBT).

Sementara 35,2% (Rp 3,56 triliun) diarahkan untuk belanja rutin.

Dari perspektif ekonomi, langkah ini menegaskan transisi ESDM ke arah efisiensi belanja dan prioritas program yang lebih berfokus pada output sektor energi.

Rangkuman Kesepakatan dengan DPR

Raker tersebut menghasilkan lima poin kesimpulan:

1. Apresiasi DPR terhadap capaian Kementerian ESDM, baik dalam realisasi PNBP maupun produksi minyak.

2. Dorongan percepatan penyerapan anggaran 2025, sehingga target akhir tahun dapat tercapai.

3. Peningkatan produksi migas, khususnya melalui percepatan proyek hulu dan eksplorasi.

4. Penegakan terhadap pertambangan ilegal, terutama kasus yang menimbulkan kerusakan lingkungan dan potensi kerugian negara.

5. Permintaan laporan tertulis dari Menteri ESDM atas seluruh pertanyaan anggota DPR, paling lambat 20 November 2025.