
SERANG – Sebuah akun Instagram bernama @savesmanfourkotser, mendadak viral, menjadi sorotan publik usai membagikan unggahan berisi dugaan tujuh skandal serius yang terjadi di SMA Negeri 4 Kota Serang, Banten. Unggahan ini mencuat ke permukaan dan langsung menarik perhatian luas di kalangan siswa, alumni, hingga masyarakat karena menyentuh isu-isu sensitif mulai dari dugaan pelecehan seksual, intoleransi, hingga pungutan liar.
Akun tersebut mengklaim bahwa serangkaian pelanggaran ini telah terjadi secara sistematis dan berlangsung selama bertahun-tahun, namun mirisnya, tidak pernah ditindaklanjuti secara serius oleh pihak sekolah.
Berikut adalah tujuh isu krusial yang disebutkan dalam unggahan viral tersebut:
1. Dugaan Pelecehan Seksual oleh Oknum Guru
Seorang guru diduga kuat telah melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah siswa dari berbagai angkatan, mulai dari alumni hingga siswa aktif kelas 10. Meskipun laporan sudah masuk, pihak sekolah disebut-sebut tidak mengambil tindakan tegas. Parahnya, siswa yang mencoba menyampaikan keluhan mengaku dibungkam dengan kalimat intimidatif, “Sudah ya, dimaafkan saja, jangan bilang orang tua.”

2. Kegiatan Ekstrakurikuler Tidak Didanai
Mayoritas kegiatan ekstrakurikuler di sekolah ini dikabarkan berjalan tanpa dukungan dana yang memadai. Permintaan dana dari siswa untuk menunjang kegiatan seringkali dibalas dengan pernyataan bernada merendahkan, seperti “Kalau miskin, jangan banyak gaya.” Kondisi ini membuat siswa merasa kegiatan ekskul hanya dijadikan alat pencitraan sekolah, tanpa dukungan nyata dari manajemen.
3. Guru Honorer Tak Diusulkan Jadi ASN
Sejumlah guru honorer yang telah mengabdi sejak tahun 2021 menyatakan tidak pernah didaftarkan sebagai calon ASN atau PPPK, lantaran data mereka disebut tidak dimasukkan oleh pihak sekolah. Mereka merasa dimanfaatkan dan kemudian ditinggalkan tanpa kejelasan status atau penghargaan atas pengabdiannya.
4. Dugaan Pungutan Liar dan Bisnis Internal Sekolah
Siswa diwajibkan membeli Lembar Kerja Siswa (LKS), seragam, dan buku Ramadan dengan harga yang fantastis, namun tanpa bukti transaksi atau kwitansi resmi. Harga seragam dan LKS disebut mencapai jutaan rupiah, sementara buku Ramadan dijual dengan harga tiga kali lipat dari harga pasaran. Ketiadaan transparansi dana dan laporan keuangan yang terbuka untuk publik memicu kecurigaan praktik pungli dan bisnis internal sekolah.
5. Tekanan terhadap Siswa yang Menyuarakan Kritik
Siswa yang aktif di OSIS atau Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK) disebut kerap mendapat tekanan saat mencoba menyuarakan permasalahan di sekolah. Bahkan, siswa yang hanya membagikan ulang konten kritik di media sosial dikabarkan mendapat panggilan dari pihak sekolah dan diintimidasi. Budaya diam dan ketakutan ini disebut telah mengakar kuat di antara siswa, guru, hingga alumni.
6. Dugaan Intoleransi Beragama
Akun @savesmanfourkotser juga mengungkap bahwa unggahan ucapan peringatan Kenaikan Isa Almasih yang dibuat oleh OSIS diminta dihapus oleh pihak sekolah. Tindakan ini dinilai mencerminkan sikap intoleran terhadap agama non-mayoritas dan bertentangan dengan nilai keberagaman yang seharusnya dijunjung tinggi di lingkungan pendidikan.
7. Fasilitas Kelas Tidak Layak
Kondisi ruang kelas disebut tidak mendukung proses belajar mengajar. Dalam satu kelas, terdapat lebih dari 50 siswa tanpa ventilasi atau kipas angin yang memadai. Ruang yang panas dan pengap membuat siswa tidak nyaman belajar. Namun, ketika disuarakan, keluhan tersebut justru dibalas dengan tekanan.
Hingga berita ini ditayangkan, unggahan tersebut di akun Ig @savesmanfourkotser, telah mendapat 7.554 like, 160 Komentar dan 799 telah dibagikan. Sementara pihak SMA Negeri 4 Kota Serang belum memberikan keterangan resmi.
https://www.instagram.com/p/DL2EiCgxDW-/?igsh=MTBvdHoxajJicGJ0cw==








