Pemalang – Dunia pencak silat remaja Indonesia kembali melahirkan bibit-bibit unggul berbakat. Salah satu nama yang kini tengah bersinar terang adalah Rizki Pawang Setiawan. Siswa asal SMP Negeri 2 Pemalang ini sukses mencuri perhatian publik lewat deretan prestasi gemilang di kancah nasional, menjadikannya salah satu ikon atlet muda paling diperhitungkan dari Jawa Tengah.

Perjalanan Rizki di dunia seni bela diri tradisional tidak didapat dalam semalam. Konsistensi, kerja keras, dan kedisiplinan tinggi menjadi kunci utama di balik ketangguhannya di atas gelanggang.

Mental baja Rizki mulai terlihat nyata saat ia berjuang dalam ajang nasional di Bekasi pada tahun 2024 lalu. Saat itu, ia sukses membawa pulang medali perunggu kategori tanding. Alih-alih berpuas diri, pencapaian tersebut dijadikan bahan bakar untuk berlatih lebih keras bersama RGP Fighter Club Pemalang.

Buah dari kerja kerasnya terbayar tuntas pada awal tahun 2026. Turun sebagai ujung tombak tim SMP Negeri 2 Pemalang dalam ajang Bandung Lautan Api Championship VII di GOR Gymnasium UPI Bandung (24–25 Januari 2026), Rizki tampil tanpa kompromi. Ia berhasil mengandaskan perlawanan atlet-atlet tangguh dari berbagai daerah dan sukses mengalungkan medali emas.

Rizky Pawang Setiawan – Kejuaraan Pencak Silat tingkat nasional bertajuk Bandung Lautan Api Championship VII

Tak berhenti sampai di situ, ketangguhan Rizki kembali diuji pada Kejurnas Pencak Silat Piala Panglima 2026 di GOR Manahan, Surakarta (11–13 September 2026). Di tengah persaingan ketat yang melibatkan tidak kurang dari 1.750 pesilat dari seluruh Indonesia, ia kembali mendominasi dan sukses menyabet medali emas keduanya di tahun yang sama.

Piagam Kejurnas Pencak Silat Piala Panglima 2026 (Rizky Pawang Setiawan)

Di balik senyum kemenangan dan medali yang dikalungkan, Rizki mengakui bahwa perjuangannya tidaklah mudah. Ia mengungkapkan bahwa ujian terberat selama berkompetisi justru dirasakan pada babak semifinal, di mana tekanan mental dan fisik berada di titik puncak. Berkat fokus, persiapan matang, serta instruksi pelatih, ia mampu mengatasi ketegangan tersebut hingga tampil percaya diri di partai puncak.

Bagi Rizki, setiap kejuaraan adalah guru terbaik. Ia tidak lekas jemawa atas pencapaian yang diraihnya sejauh ini. Sebaliknya, ia menjadikan setiap kemenangan sebagai pemicu untuk terus memperkuat latihan fisik, teknik, dan mental demi menghadapi tantangan di level yang lebih tinggi.

Keberhasilan Rizki Pawang Setiawan tentu tidak lepas dari ekosistem pendukung yang solid. Kepala SMP Negeri 2 Pemalang bersama pihak sekolah dan para pelatih profesional di RGP Fighter Club terus berkomitmen memberikan ruang bagi pengembangan bakat siswa. Sinergi yang apik antara pihak sekolah, pelatih, dan orang tua menjadi fondasi kuat dalam memelihara tradisi juara di sekolah tersebut.

Pihak sekolah berharap mentalitas juara yang ditunjukkan oleh Rizki dkk tidak hanya berhenti di arena olahraga, tetapi juga menular ke bidang akademik maupun non-akademik lainnya. Kehadiran sosok seperti Rizki diharapkan mampu memotivasi siswa-siswi lain untuk berani bermimpi besar dan mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional.

Dengan segudang prestasi yang telah dikantongi di usia muda, Rizki Pawang Setiawan kini resmi masuk dalam radar atlet pencak silat remaja potensial masa depan. Dari Pemalang untuk Indonesia, perjalanan sang kolektor medali emas ini baru saja dimulai. (sur)