CMI News — Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung posko pengungsian di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Ia menegaskan bahwa pemerintah bekerja untuk rakyat dan berkomitmen mengelola kekayaan negara demi kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah RI adalah milik rakyat, kita bekerja dan berbakti untuk mereka. Kekayaan negara akan dikelola untuk membantu rakyat,” ujar Prabowo.

Presiden juga mengajak masyarakat untuk terus saling mendukung selama masa bencana. Data BNPB mencatat hingga Senin sore, korban meninggal akibat banjir dan longsor di Sumut, Sumbar, dan Aceh mencapai 533 orang. Selain itu, sekitar 2.500 warga luka-luka dan lebih dari 550 ribu mengungsi.

Prabowo menekankan pentingnya pengelolaan yang transparan di pemerintah pusat agar bantuan tersalurkan dengan tepat. Ia berjanji memberantas praktik korupsi atau penyalahgunaan anggaran yang bisa mengurangi bantuan bagi masyarakat.

“Supaya tidak ada kebocoran, tidak ada maling-maling yang mencuri uang rakyat. Apakah kalian suka kalau kita membiarkan itu?” ucapnya.

Selain itu, Presiden memberi apresiasi kepada warga yang tetap semangat menghadapi bencana. Ia menilai semangat tersebut menjadi energi positif bagi upaya pemulihan wilayah terdampak.

Prabowo menyebut kondisi di Sumatera Barat kini mulai membaik. Cuaca sudah membaik, aliran listrik hampir terhubung di seluruh wilayah, dan pemerintah terus menyalurkan bantuan.

Ia juga menekankan perbaikan infrastruktur, termasuk aliran air bersih, jembatan, dan jalan yang rusak akibat banjir. Pemerintah berkomitmen memulihkan fasilitas tersebut secepat mungkin.

Rumah-rumah warga yang terdampak banjir juga akan diperbaiki. Presiden memastikan program pemulihan rumah menjadi prioritas agar masyarakat bisa kembali menempati rumah mereka dengan aman.

Prabowo menekankan bahwa upaya penanganan bencana tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Gotong-royong dan solidaritas menjadi kunci dalam masa pemulihan.

Kunjungan Presiden juga menjadi momentum untuk mengecek kesiapan posko pengungsian dan distribusi bantuan. Hal ini untuk memastikan semua kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, termasuk makanan, air bersih, dan obat-obatan.