CMI News – Wacana penutupan pintu selatan Stasiun Bekasi kembali menuai respons negatif dari pengguna Commuter Line. Kebijakan yang digulirkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi sejak akhir 2025 itu dinilai tidak menyelesaikan persoalan utama, yakni kemacetan dan keterbatasan lahan parkir di sekitar stasiun.

Sejumlah penumpang menilai penutupan akses justru berpotensi memindahkan masalah, bukan menguranginya. Salah satunya disampaikan Mamat Abdurrahman (28), pengguna KRL yang sehari-hari memanfaatkan akses selatan Stasiun Bekasi.

Menurut Mamat, keterbatasan lahan parkir di dalam area stasiun membuat banyak pengguna terpaksa memarkir kendaraan di luar, termasuk di sisi selatan. Jika pintu tersebut ditutup, aktivitas parkir diperkirakan tetap terjadi.

“Parkiran di dalam stasiun kan terbatas. Mau pintu selatan ditutup atau tidak, orang tetap parkir di situ,” ujarnya, Minggu (18/1/2026).

Ia juga menyoroti dampak jarak tempuh yang menjadi lebih jauh bagi pengguna yang selama ini mengandalkan akses selatan.

“Kalau parkir di selatan tapi aksesnya ditutup, akhirnya harus muter jauh. Itu justru bikin repot penumpang,” katanya.

Mamat berharap pemerintah daerah dan PT KAI tidak hanya fokus pada pembatasan akses, tetapi juga menyiapkan solusi menyeluruh, khususnya terkait penataan parkir. Menurutnya, penyediaan lahan parkir yang memadai, aman, dan terjangkau akan jauh lebih efektif untuk mengurangi parkir liar dan kemacetan.

Keluhan senada disampaikan Duta (31), pengguna KRL lainnya. Ia menilai pintu selatan masih menjadi akses vital bagi banyak penumpang, termasuk pengendara sepeda motor dan penjemput.

“Kalau ditutup, yang jemput penumpang jadi susah. Harus muter jauh sampai Jalan Perjuangan,” ujarnya.

Duta mengakui kemacetan di kawasan Stasiun Bekasi sudah menjadi persoalan kronis. Namun, ia menilai solusi yang diambil seharusnya bersifat jangka panjang dan terintegrasi.

“Kalau sudah ada underpass atau flyover, mungkin penutupan akses bisa dipertimbangkan. Tapi kalau sekarang, rasanya belum tepat,” katanya.

Sebelumnya, PT KAI Daop 1 Jakarta mewacanakan penutupan akses keluar-masuk pintu selatan Stasiun Bekasi yang terhubung langsung dengan Jalan Ir H Juanda. Uji coba penutupan direncanakan mulai 28 November 2025 pukul 00.01 WIB sebagai bagian dari penataan lalu lintas di sekitar stasiun.

Hingga kini, rencana tersebut masih menuai pro dan kontra. Pengguna KRL berharap kebijakan penataan kawasan Stasiun Bekasi dilakukan secara matang, dengan mempertimbangkan kebutuhan mobilitas masyarakat tanpa mengorbankan kenyamanan dan aksesibilitas penumpang.