CMI News — Arus lalu lintas di Jalan Teuku Umar, Cibitung, sempat kacau akibat genangan banjir yang menutup sebagian badan jalan. Pengendara roda dua menjadi kelompok paling terdampak, setelah beberapa motor mendadak mati mesin saat nekat menerobos air.

Ketinggian genangan diperkirakan berkisar 20 hingga 50 sentimeter, cukup untuk merendam knalpot dan mesin motor. Sejumlah pengendara terlihat berhenti mendadak, lalu menepi sambil mendorong kendaraannya keluar dari genangan.

Situasi ini membuat lalu lintas tersendat. Kendaraan melaju perlahan, sementara sebagian pengendara memilih menunggu air surut ketimbang mengambil risiko mogok di tengah jalan.

Genangan mulai terbentuk sejak sekitar pukul 16.00 WIB, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak siang. Titik depan RSUD Bekasi memang dikenal sebagai salah satu lokasi langganan banjir saat curah hujan tinggi.

Abdul (43), warga sekitar, mengatakan banjir datang cukup cepat meski sebelumnya kondisi jalan sempat kering.

“Paginya aman, kemarin juga sempat surut. Tapi sore langsung naik lagi,” ujarnya dikutip dari Instagram Seputar Cikarang Jum’at, (26/1/2026).

Ia menambahkan, genangan berpotensi semakin parah bila hujan kembali turun.

“Kalau hujan lagi, air bisa nutup jalan. Aspal sama sekali nggak kelihatan,” katanya.

Sementara itu, Anggit, salah satu pengendara yang motornya mogok, mengaku sempat ragu sebelum melintas. Namun kondisi lalu lintas membuatnya tetap maju.

“Awalnya mikir-mikir, tapi sudah ikut arus. Mau muter balik juga susah,” ucapnya.

Keputusan tersebut berujung pada mesin motor yang mati di tengah genangan. Ia pun terpaksa mendorong motornya ke pinggir jalan dan melakukan perbaikan seadanya.

“Tadi cuma keringin busi. Untung masih bisa nyala,” tuturnya.

Warga dan pengguna jalan diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintas di kawasan rawan banjir, terutama saat hujan deras turun dalam waktu lama. Menghindari jalur tergenang dinilai jauh lebih aman dibanding memaksakan diri dan berisiko mogok di tengah jalan.