
CMI News – Tepuk tangan singkat di akhir laga mencerminkan performa Chelsea yang kurang impresif. Stadion lebih didominasi rasa lega daripada euforia, sementara protes terhadap pemilik klub masih terdengar di tribun.
Permainan Chelsea terlalu lambat dan mudah ditebak, namun Moisés Caicedo akhirnya memecah kebuntuan, memberi tim interim Liam Rosenior kesempatan untuk mengamankan peluang lolos langsung ke babak 16 besar Liga Champions ketika menghadapi Napoli pekan depan.
Bagi Rosenior, ini adalah pengalaman pertamanya menangani tim di level Eropa, dan ia sadar tantangan melawan Napoli akan jauh lebih berat.
“Yang penting saya harus tetap fokus pada pekerjaan,” ujar Rosenior dikutip The Guardian, Kamis (22/1/2026).
“Saya ingin penggemar mendukung kami dan saya, dan untuk itu saya harus membuktikan diri.”
Chelsea musim ini tampil campur aduk di Eropa: kalah dari Bayern Munich, menang nyaman atas Ajax dan Benfica, kalah mengejutkan dari Qarabag, menaklukkan Barcelona, dan gagal memaksimalkan keunggulan atas Atalanta. Konsistensi tetap menjadi masalah, meski perubahan manajerial sering menjadi katalis kemenangan, sebagaimana terjadi di era Roberto Di Matteo (2012) dan Thomas Tuchel (2021).

Skuad Chelsea saat ini lebih muda dan belum berpengalaman dibanding era Di Matteo atau Tuchel. Beberapa wajah lama, seperti David Luiz, duduk di bangku cadangan Pafos, memunculkan nostalgia bagi sebagian penggemar.
Babak pertama sempat menyuguhkan beberapa momen kreatif Chelsea. Enzo Fernández mencetak gol yang dianulir, Reece James melepaskan tembakan melebar, dan Jay Gorter melakukan beberapa penyelamatan cemerlang dari upaya Caicedo dan Jorrel Hato.
Pafos sebagian besar bertahan dan jarang mengancam. Filip Jörgensen bahkan belum melakukan penyelamatan sebelum cedera memaksa Robert Sánchez masuk di babak kedua. Chelsea sempat kehabisan ide kreatif, Alejandro Garnacho dan Pedro Neto kesulitan di sisi sayap, hingga Caicedo akhirnya memanfaatkan kelengahan lawan.
Gol kemenangan lahir dari tendangan pojok Neto, ketika Nany Dimata gagal membersihkan bola, dan Caicedo menanduk dari jarak dekat. Perayaan gol tidak terlalu meriah karena Pafos sempat mengklaim adanya dorongan dari Benoît Badiashile terhadap salah satu pemain mereka.
Gol ini memastikan Chelsea menghindari hasil imbang tanpa gol pertama mereka di Eropa dalam 54 laga.






