
CMI News – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, akhirnya angkat suara mengenai pelaporan sejumlah akun media sosial yang menyebarkan meme tentang dirinya ke Bareskrim Polri.
Menariknya, Bahlil mengaku sama sekali tidak mengetahui adanya langkah hukum dari relawan dan organisasi sayap partai.
“Saya jujur tidak tahu. Baru sekarang saya dengar,” ujar Bahlil dikutip Sabtu (25/10/2025).
Instruksi untuk Setop Laporkan Akun Meme
Pelaporan ini sebelumnya dilakukan Relawan Pilar 08 serta Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI).

Melihat lebih jauh dinamika yang berkembang, Bahlil langsung berkoordinasi dengan Sekretaris Jenderal Partai Golkar untuk menghentikan aksi tersebut.
“Tadi pagi saya panggil Sekjen. Tolong sampaikan ke adik-adik untuk stop. Mereka juga manusia, ada rasa spontanitas dan solidaritas. Tapi ya cukup sampai di sini,” tegasnya.
Menurut Bahlil, jika pihak yang membuat meme sudah meminta maaf, tidak ada alasan untuk memperpanjang masalah. Ia bahkan menyinggung soal nilai kemanusiaan dalam memaafkan.
“Kalau sudah minta maaf, selesai. Allah saja memberi ampunan, masa kita tidak bisa memaafkan?” tambahnya.
Kritik Is OK, Tapi Jangan Bawa SARA
Bahlil menyadari meme dan kritik adalah bagian dari dinamika seorang pejabat publik. Ia terbuka terhadap kritik pada kebijakan, namun mengingatkan agar tidak mengarah pada isu sensitif seperti ras atau agama.
“Kalau kritik kebijakan saya tidak masalah. Tapi kalau menyerang pribadi sampai bersinggungan soal rasis, itu sudah tidak sehat,” ucapnya.
Pengalaman Hidup Bentuk Ketahanan Mental
Menariknya, Bahlil mengaku tidak mudah tersinggung. Latar belakang hidup sebagai putra dari keluarga sederhana membuatnya sudah terbiasa menghadapi cibiran sejak kecil.
“Saya ini anak kampung. Ibu saya buruh cuci, ayah saya buruh bangunan. Jadi kalau soal dihina, sudah biasa,” kata Bahlil sambil tersenyum.






