CMI News — Kabar baik bagi para pencari kerja. Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025 yang menunjukkan tren kenaikan rata-rata upah pekerja di Indonesia.

Menurut laporan tersebut, gaji rata-rata nasional kini mencapai Rp3,33 juta per bulan, naik sekitar 1,94% dibanding periode yang sama tahun lalu. Meski kenaikannya terbatas, sejumlah sektor tercatat mampu memberikan upah jauh di atas rata-rata nasional.

🔝 Sektor dengan Gaji Tertinggi 2025

Setidaknya, ada 9 sektor yang mencatatkan upah lebih tinggi dari rata-rata nasional. Menariknya, sektor Informasi dan Komunikasi menempati posisi teratas.

Peringkat Sektor Rata-rata Upah

1 Informasi & Komunikasi Rp5,28 juta
2 Keuangan & Asuransi Rp5,12 juta
3 Pengadaan Listrik & Gas Rp5,07 juta
4 Pertambangan Rp4,98 juta
5 Administrasi Pemerintahan Rp4,43 juta
6 Real Estat Rp4,40 juta
7 Aktivitas Profesional & Perusahaan Rp4,26 juta
8 Transportasi Rp4,09 juta
9 Kesehatan Rp3,75 juta

BPS mencatat, sektor digital masih menjadi primadona. Kebutuhan akan tenaga teknologi dan spesialis data tumbuh pesat, membuat perusahaan semakin agresif menawarkan kompensasi menarik.

📉 Sektor dengan Gaji di Bawah Rata-rata

Sebaliknya, sejumlah sektor justru berada di bawah rata-rata nasional. Mayoritas merupakan industri padat karya.

Sektor Rata-rata Upah

Industri Pengolahan Rp3,27 juta
Konstruksi Rp3,23 juta
Pendidikan Rp3,05 juta
Perdagangan Rp2,84 juta
Pengolahan Air / Sampah Rp2,84 juta
Akomodasi & Makan Minum Rp2,55 juta
Pertanian Rp2,54 juta
Jasa Lainnya Rp1,97 juta

Sektor jasa lainnya—yang meliputi hiburan rekreasi, layanan personal, hingga badan internasional—mencatatkan upah terendah.

📈 Sektor yang Gajinya Paling Cepat Naik

BPS menyoroti setidaknya 11 lapangan usaha yang mengalami kenaikan upah dalam setahun terakhir, mulai dari 0,64% hingga 6,72%.

Sektor dengan pertumbuhan gaji tertinggi:

Sektor Kenaikan

Pendidikan +6,72%
Administrasi Pemerintahan +6,55%
Informasi & Komunikasi +5,93%
Pertanian +5,50%
Pengadaan Listrik & Gas +4,99%

Pergerakan ini menunjukkan bahwa transformasi ekonomi dan digitalisasi memberi dorongan pada sektor administrasi dan pendidikan yang kini membutuhkan lebih banyak pekerja terampil.

📉 Sektor yang Gajinya Turun

Sebaliknya, enam sektor mengalami penurunan upah dengan besaran 0,24% hingga 4,68%, terutama:

Sektor Penurunan

Pertambangan & Penggalian −4,68%
Pengolahan Air / Sampah −3,84%
Konstruksi −1,79%
Kesehatan −1,35%
Jasa Lainnya −1,26%
Perdagangan −0,24%

Sektor pertambangan mencatat penurunan terdalam, seiring melemahnya permintaan dan tekanan biaya operasional.

🎯 Analisis: Apa Artinya bagi Pencari Kerja?

⏺ Sektor digital tetap paling menjanjikan
Permintaan tenaga kerja IT, digital marketing, serta analis data terus meningkat.

⏺ Keuangan & pemerintahan menawarkan stabilitas
Selain gaji kompetitif, keduanya menawarkan jenjang karier jelas dan kepastian benefit.

⏺ Skill upgrade makin penting
Sektor dengan gaji meningkat menunjukkan kebutuhan tenaga terampil. Pendidikan, komunikasi, dan profesional services mungkin menjadi pilihan tepat untuk peningkatan karier.

⏺ Perdagangan & konstruksi perlu strategi adaptasi
Lesunya pertumbuhan gaji menandakan perlunya peningkatan efisiensi dan teknologi.