CMI News — Nama Erling Haaland kembali memancing tanda tanya besar di bursa rumor Eropa. Bukan karena performanya yang menurun—justru sebaliknya—melainkan karena durasi kontraknya yang tak lazim bersama Manchester City, yang mengikat sang striker hingga musim panas 2034.

Jika kontrak tersebut dijalani sepenuhnya, Haaland akan mengenakan seragam City hingga usia 33 tahun. Artinya, hampir seluruh masa emas kariernya akan dihabiskan di Etihad Stadium—sebuah skenario langka di era sepakbola modern yang penuh mobilitas.

Situasi ini memunculkan spekulasi: apakah Haaland benar-benar akan menetap lama di Inggris, atau kontrak panjang hanya menjadi penahan sementara sebelum lonjakan transfer besar berikutnya?

Rumor ketertarikan dari Real Madrid dan Barcelona sempat mengemuka. Madrid disebut tertarik membangun duet impian Haaland dengan Kylian Mbappe, sementara Barcelona melihatnya sebagai sosok nomor sembilan ideal untuk regenerasi lini depan. Namun sejauh ini, semua isu tersebut belum bergerak dari ranah wacana.

Dari sisi nilai, Haaland berada di puncak piramida. Ia kini menyandang status sebagai pemain dengan nilai pasar tertinggi di dunia, menyentuh angka 200 juta euro atau sekitar Rp3,9 triliun. Status itu mencerminkan bukan hanya ketajamannya di lapangan, tetapi juga dampak komersial dan simbolik yang ia bawa.

Menariknya, meski sudah mengoleksi enam trofi utama, dua gelar top skor Premier League, serta Golden Boot Eropa, rasa lapar Haaland belum mereda. Pada usia 25 tahun, ia masih memandang Manchester City sebagai ruang untuk berkembang, bukan sekadar tempat singgah.

Agen Haaland, Rafaela Pimenta, menegaskan bahwa tidak ada perubahan arah setelah sang pemain memperpanjang kontrak. Menurutnya, Haaland dan City berada dalam satu visi jangka panjang.

“Saat kontrak diperpanjang, tidak ada yang berubah. Haaland dan Manchester City masih berada dalam proyek yang sama,” ujar Pimenta.

Ia bahkan menggambarkan perjalanan mereka dengan metafora ambisius. “Bersama-sama, mereka akan berlayar ke wilayah yang belum pernah dijelajahi.”

Pernyataan itu menegaskan satu hal: untuk saat ini, masa depan Haaland masih berwarna biru langit. Soal apakah ia akan benar-benar bertahan hingga kontraknya usai, waktu yang akan menjawab. Namun setidaknya, Manchester City tak sedang bersiap kehilangan mesin golnya dalam waktu dekat.