CMI News – Teknologi konektivitas satelit semakin cepat berkembang di tengah dorongan transformasi digital dan kebutuhan komunikasi yang kian luas. Selain nama besar seperti Starlink milik Elon Musk, berbagai produsen perangkat dan operator telekomunikasi kini berlomba mengintegrasikan layanan satelit untuk menjangkau wilayah terpencil.

Salah satu pemain utama dalam tren ini adalah Apple, yang sejak 2022 memperkenalkan fitur Emergency SOS via satelit di jajaran iPhone. Fitur tersebut terbukti relevan—terutama saat pengguna berada di lokasi tanpa sinyal seluler maupun Wi-Fi, seperti daerah pegunungan, hutan, atau saat kondisi darurat.

Perkembangan itu berlanjut lewat iOS 18, yang memperluas kemampuan satelit untuk mengirim pesan singkat tanpa koneksi internet.

Menurut laporan analis Bloomberg, Mark Gurman, Apple sedang menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat integrasi satelit dalam ekosistem iPhone. Inovasi ini diprediksi akan menjadi fondasi penting bagi model iPhone berikutnya.

Ekspansi Teknologi: Satelit untuk Kebutuhan Lebih Luas

1. Mengatasi Batasan Lokasi

Saat ini, koneksi satelit masih sulit diakses di area tertentu, seperti di balik gedung tinggi atau wilayah yang dipenuhi pepohonan. Apple disebut tengah mengembangkan teknologi yang mampu meminimalkan hambatan tersebut agar sinyal tetap stabil di berbagai kondisi.

Tujuannya sederhana: membuat konektivitas satelit menjadi “pengalaman natural”—mampu bekerja kapan pun dibutuhkan.

2. Apple Maps Tanpa Internet

Langkah ini membawa dampak signifikan pada layanan internal Apple. Salah satu yang akan terdongkrak adalah Apple Maps versi satelit.

Pengguna dapat mencari rute tanpa sinyal seluler, bahkan ketika benar-benar offline. Fitur ini dinilai relevan bagi traveler, pendaki, hingga masyarakat yang tinggal di daerah minim jaringan.

3. Kirim Foto via Satelit

Tidak hanya teks, Apple juga dikabarkan menyiapkan fungsi kirim foto melalui satelit.

Jika terealisasi, ini akan menjadi lompatan besar dalam komunikasi darurat maupun kebutuhan dokumentasi di daerah tanpa jaringan.

4. Terbuka untuk Aplikasi Pihak Ketiga

Apple disebut mengembangkan API khusus agar pengembang aplikasi pihak ketiga dapat memanfaatkan koneksi satelit.

Dengan begitu, aplikasi navigasi lain—misalnya Google Maps—berpotensi turut terkoneksi via satelit. Artinya, pengguna tidak lagi terikat pada aplikasi bawaan, melainkan bebas menggunakan aplikasi favorit meski tanpa jaringan seluler.

Pendekatan ini mencerminkan strategi Apple menciptakan ekosistem lebih terbuka, sekaligus memperluas manfaat konektivitas satelit untuk pengguna global.

5. Persiapan iPhone 18 & 5G NTN

Gurman juga menyebut seri iPhone 18 kemungkinan mendukung 5G NTN (Non-Terrestrial Network), yakni teknologi yang menghubungkan menara seluler langsung ke satelit.

Peningkatan ini dapat memperluas jangkauan layanan seluler, terutama di negara berkembang dan area sulit terjangkau.

Namun, realisasinya masih bergantung pada kesiapan Globalstar—mitra penyedia satelit Apple—dalam membangun infrastruktur yang lebih matang.