CMI News — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (10/11/2025) menutup hari dengan pelemahan tipis. Meski demikian, investor asing justru mencatatkan aksi beli bersih cukup besar dan fokus pada sejumlah saham pilihan.

Hal ini menunjukkan bahwa minat asing terhadap pasar saham Indonesia masih terjaga, walaupun indeks sedang berada di zona merah.

Asing Bukukan Net Buy Rp 416 Miliar

Dana asing yang masuk pada perdagangan kemarin mencapai Rp 416,04 miliar, terdiri dari:

Rp 102,93 miliar di pasar reguler

Rp 313,11 miliar di pasar negosiasi & tunai

Saham Barito Renewables Energy (BREN) menjadi magnet utama, membukukan net foreign buy terbesar senilai Rp 310,57 miliar. Tingginya minat terhadap saham energi terbarukan ini menegaskan tren meningkatnya fokus investor pada sektor hijau dan transisi energi.

Di bawahnya, terdapat:

Dharma Henwa (DEWA) — Rp 92,48 miliar

Sinergi Inti Andalan (INET) — Rp 84,1 miliar

Sementara itu, saham perbankan besar seperti Bank Mandiri (BMRI) juga masuk dalam daftar incaran dengan pembelian bersih Rp 78,6 miliar.

Top 10 Net Foreign Buy (Senin, 10/11/2025)

1. BREN – Rp 310,57 miliar

2. DEWA – Rp 92,48 miliar

3. INET – Rp 84,10 miliar

4. BMRI – Rp 78,60 miliar

5. WIFI – Rp 53,08 miliar

6. COIN – Rp 50,14 miliar

7. BUMI – Rp 49,62 miliar

8. HRTA – Rp 46,39 miliar

9. FILM – Rp 42,24 miliar

10. UNTR – Rp 37,47 miliar

Minat asing terhadap saham-saham tersebut mencerminkan strategi selektif, sekaligus menandakan optimisme terhadap sektor energi, pertambangan, dan perbankan.

IHSG Berbalik Melemah di Akhir Perdagangan

Meskipun sempat berada di zona hijau, IHSG menutup sesi dengan koreksi tipis 0,04% atau 3,35 poin ke level 8.391,24.

Total transaksi mencapai Rp 20,91 triliun, dengan 43,38 miliar saham berpindah tangan dalam 2,7 juta transaksi.
Rinciannya:

371 saham naik

282 turun

157 stagnan

Dengan volume yang cukup besar, investor domestik dan asing terlihat aktif walau tekanan muncul pada penutupan.

Sektor Utilitas Menguat, Energi Terkoreksi Tajam

Mayoritas sektor masih berada di zona hijau.
Kenaikan tertinggi:

Utilitas +2,3%

Properti +1,73%

Bahan baku +1,07%

Namun sektor energi menjadi penekan indeks dengan pelemahan signifikan -3,52%.

Sektor keuangan, kesehatan, dan konsumer primer juga terkoreksi, meski tidak sedalam energi:

Finansial -0,57%

Kesehatan -0,48%

Konsumer primer -0,13%

DSSA Jadi Penekan Indeks Terbesar

Pergerakan IHSG sangat dipengaruhi oleh koreksi tajam saham Dian Swastatika Sentosa (DSSA) yang anjlok 12% ke level 88.000.
Penurunan tersebut menggerus IHSG sekitar 46,28 poin, menjadikannya kontributor negatif terbesar pada perdagangan kemarin.

Sebaliknya, tiga saham teratas yang berusaha menahan pelemahan indeks ialah:

GOTO

BREN

RISE