CMI News — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau seluruh investor pasar modal untuk tetap tenang dan rasional menyikapi gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Tekanan pasar muncul setelah pengumuman pembekuan rebalancing indeks MSCI per Februari 2026, yang memicu aksi jual besar-besaran di Bursa Efek Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menekankan pentingnya sikap tenang dalam menghadapi fluktuasi pasar yang tajam.

“Kami mengingatkan seluruh investor agar tetap tenang dan rasional dalam mengambil setiap keputusan investasi,” ujar Inarno dikutip dari Instagram Busco (31/1/2026).

Dalam dua hari perdagangan terakhir, IHSG sempat mengalami trading halt setelah anjlok lebih dari 8%, mencerminkan tingginya tekanan sentimen global dan kekhawatiran investor terhadap dampak kebijakan indeks internasional.

Pada perdagangan Jumat, IHSG menunjukkan tanda pemulihan. Indeks dibuka menguat sekitar 1% dan sempat melonjak hingga 2% ke level 8.408,3 pada awal sesi.

Namun, pergerakan ini kembali tertahan setelah pasar merespons pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman.

Iman menyatakan bahwa keputusan mundur merupakan bentuk tanggung jawab pribadi atas dinamika pasar saham nasional.

Langkah tersebut diambil demi menjaga kepercayaan investor dan stabilitas pasar modal Indonesia ke depan.

“Sebagai Direktur Utama BEI, dan sebagai bentuk tanggung jawab atas apa yang terjadi dua hari terakhir, saya mengundurkan diri. Semoga ini yang terbaik bagi pasar modal Indonesia,” ungkapnya.

Seiring perdagangan berlangsung, sentimen pasar mulai membaik. IHSG menutup sesi pertama dengan penguatan 1,18% di level 8.329,15.

Data perdagangan mencatat sebanyak 550 saham menguat, 181 saham melemah, dan 181 saham stagnan.

Nilai transaksi hingga jeda siang mencapai Rp22,24 triliun, dengan volume 33,58 miliar saham dan frekuensi 2,06 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun meningkat menjadi Rp15.051 triliun.

Saham-saham blue chip menjadi penopang utama penguatan IHSG, sementara sejumlah saham konglomerat Prajogo Pangestu masih bergerak di zona merah pada perdagangan hari itu.

OJK kembali menekankan bahwa volatilitas pasar saham adalah bagian dari siklus investasi, khususnya ketika pasar menghadapi faktor eksternal seperti rebalancing MSCI dan perubahan sentimen global.

Investor dianjurkan untuk mengutamakan analisis fundamental dan manajemen risiko dalam pengambilan keputusan investasi.