CMI News — Industri smartphone kembali menghadapi ancaman kenaikan harga pada 2026.

Kenaikan harga chipset flagship mulai mendorong harga HP Android premium semakin mahal setelah pasar lebih dulu menghadapi kelangkaan RAM dan storage sejak akhir 2025.

Qualcomm juga dikabarkan menaikkan harga chipset generasi terbarunya, sementara vendor smartphone bersiap menghadapi biaya produksi yang lebih tinggi.

Harga smartphone Android flagship berpotensi kembali melonjak dalam beberapa waktu ke depan.

Penyebabnya bukan hanya kenaikan harga komponen memori dan storage, tetapi juga mahalnya chipset generasi terbaru yang akan meluncur tahun ini.

Bocoran terbaru menyebut Qualcomm kemungkinan mematok harga lebih dari 300 dollar AS atau sekitar Rp 5,2 juta untuk chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6.

Harga chipset tersebut melampaui generasi sebelumnya.

Pembocor gadget Abhishek Yadav menyebut Qualcomm sebelumnya menjual Snapdragon 8 Elite Gen 5 di kisaran 240 hingga 280 dollar AS.

Qualcomm kini menaikkan harga chipset terbarunya sekitar 20 sampai 60 dollar AS dibanding generasi sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan Snapdragon Gen 1 yang dulu dijual sekitar 120 dollar AS, Qualcomm kini menaikkan harga chipset flagship mereka hingga lebih dari dua kali lipat.

Snapdragon 8 Elite Gen 6 kabarnya hadir dalam dua varian, yakni versi standar dan versi Pro.

Qualcomm menyiapkan varian Pro dengan fabrikasi 2 nm, GPU lebih bertenaga, cache lebih besar, serta dukungan RAM kelas premium.

Sementara itu, versi standar kemungkinan tetap menyasar ponsel flagship reguler dengan performa sedikit lebih rendah dan dukungan RAM LPDDR5X.

Vendor smartphone kemungkinan akan memakai versi Pro untuk perangkat ultra premium dari Samsung, Xiaomi, Oppo, hingga Vivo generasi berikutnya.

Jika bocoran tersebut akurat, produsen smartphone kemungkinan ikut menaikkan harga jual perangkat demi menutupi biaya produksi yang semakin tinggi.

Hingga kini Qualcomm masih belum memberikan konfirmasi resmi terkait harga maupun spesifikasi Snapdragon 8 Elite Gen 6.