
CMI News — Keputusan Lamine Yamal membela Timnas Spanyol kembali menuai sorotan. Kali ini datang dari mantan pemain Timnas Maroko, Mustapha Hadji, yang menilai Yamal tak akan pernah mendapatkan cinta penuh dari publik Spanyol seperti yang diterima Pedri.
Di usia yang masih sangat muda, Yamal sudah menjelma menjadi salah satu talenta paling menjanjikan di sepakbola dunia. Ia berperan penting dalam kesuksesan Spanyol menjuarai Euro 2024, sekaligus tampil gemilang bersama Barcelona.
Berseragam Blaugrana, Yamal turut membawa Barcelona mendominasi kompetisi domestik dengan menyabet gelar La Liga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol. Prestasi tersebut mengukuhkan statusnya sebagai bintang masa depan.
Meski demikian, latar belakang Yamal sebagai pemain berdarah Maroko masih menjadi bahan perbincangan. Fakta tersebut membuat Hadji menyayangkan pilihan Yamal yang lebih memilih Spanyol ketimbang membela negara asal leluhurnya.
“Walaupun dia bermain untuk Spanyol, cinta yang dia dapatkan dari orang-orang Spanyol tidak akan sama seperti yang dia terima jika membela Maroko,” ujar Hadji, dikutip dari Al Arabiya.

Menurut Hadji, keputusan Yamal berpotensi menjadi penyesalan di masa depan. Ia menilai Yamal akan mendapatkan penerimaan yang jauh lebih besar jika memilih Timnas Maroko.
“Kalau dia memilih Maroko, segalanya akan berbeda. Sangat menyedihkan, karena saya baru-baru ini membaca di media Spanyol, ada jurnalis yang mengatakan: ‘Kami punya Pedri, kami mencintai Pedri, kami juga mencintai Yamal, tapi tidak sebesar cinta kami kepada Pedri,’” ungkapnya.
Hadji menegaskan bahwa identitas Yamal sebagai keturunan Maroko tak akan pernah hilang, meskipun ia telah menetapkan pilihan internasionalnya.
“Dia akan selalu menjadi orang Maroko, meskipun sekarang bermain untuk Spanyol. Saya tentu ingin melihat dia membela Maroko,” tutup Hadji.






