Pemalang, CMI News – Riuh antusiasme meliputi debat politik Kabupaten Pemalang 2024 di Ballroom Hotel Regina Pemalang (31/11/2024)

Acara debat diadakan oleh KPUD Kabupaten Pemalang. Mengusung Tema : ” Tata Kelola Pemerintahan Bersih untuk Birokrasi Efektif dan Pelayanan Prima ” menjadi pemancing pemikiran kritis dan pembahasan seru debat politik.

Debat politik putaran pertama ini disiarkan langsung oleh stasiun tv, dan media lain disediakan tempat terpisah sehingga hanya mengabadikan melalui layar TV.

Diikuti oleh para pasangan calon (Paslon) yaitu No. 1 Vicky Prasetyo Mochamad Suwendi , No. 2 Mansyur Hidayat – Muhammad Bobby Dewantara dan No. 3 adalah Anom widiyantoro – Nurkholis.

Masing-masing pasangan calon (Paslon) saling melempar argumen dan visi misi untuk pemalang jika menjadi Bupati periode ini.

Acara debat memanas pada sesi tanya jawab saat calon wakil bupati No Urut 3 melayangkan sebuah pertanyaan yang tertuju kepada Paslon No Urut 2.

Nurkholis melayangkan pertanyaan kepada calon wakil bupati nomor 2 dengan mengaitkan pekerjaan Boby Dewantara di BUMD. Norkholis memberikan pernyataan bahwa BUMD kegiatannya tidak purna, contohnya Batching Plant di surajaya, dan resi gudang. Menurutnya hal tersebut merupakan inefisiensi modal.

” Bagaimana cara saudara jika menjadi wakil bupati akan menggali potensi APBD karena BUMD adalah pendapatan daerah?” Lanjut Norkholis kepada Boby.

Suasana ruangan debat politik sempat seketika riuh oleh para pendukung paslon yang kemudian di kondisikan oleh moderator.

Dijawab dengan tertata meski beberapa saat suasana menjadi riuh ketika Boby menjawab namun tiba-tiba terhenti dan dilanjutkan kembali.

Boby Dewantara menjelaskan terkait pernyataan modal di bidang aneka usaha adalah saat Mansyur Calon Bupati nomor urut 2 masih menjabat PLT Bupati Kabupaten Pemalang setelah terjadi OTT. Saat itu langsung ditindak tegas.

” Beliau melakukan audit investigasi di aneka usaha, beliau merampingkan unit-unit usaha yang masih merugi. Dan terkait oknum direksi susah ditindak tegas, dan diberi sanksi kepada oknum terkait. Itu sudah dilaksanakan.” Tutup Boby dengan penuh semangat.

Mansyur menanggapi terkait dengan usaha BUMD harus diadakan fisibilitasi study, menentukan baik/tidak nya usaha, menghasilkan atau tidak. Mansyur dengan bijak menambahkan.

” Sebenarnya kita manfaatkan BUMD Kabupaten Pemalang untuk usaha-usaha yang langsung mengena kepada masyarakat, misalnya meningkatkan pertanian di Kabupaten Pemalang, dengan menggandeng BUMD untuk mengkoordinasi panen di Kabupaten Pemalang tidak keluar. ” Tutup Mansyur.

Suasana panas berubah menjadi gelak tawa saat calon wakil bupati No. 1 menanggapi dengan intermezzo istilah jawa. ” Bebek nyilem, ndekke dewek ya di alem” artinya bebek tenggelam, punya sendiri yang di puji puji.

” BUMD yang terbentuk ini inefisiensi anggaran. Artinya perencanaan tidak matang. Dan banyak merugikan masyarakat, dengan keterbukaan informasi, keterbukaan anggaran dan keterbukaan kebijakan.” Tanggap Suwendi.

Masing-masing Paslon memiliki visi dan misi unggulan masing-masing, tidak bisa dipungkiri hal itu juga memiliki kekurangan di dalamnya.

Adanya debat politik adalah untuk transparansi rencana dan wacana para Paslon untuk Kabupaten Pemalang yang lebih baik.