“Damainya hati bukan karena semua orang baik padaku. Tapi karena aku memilih tidak membawa keburukan mereka masuk ke dalam hatiku.”
Sejak itu, setiap kali suara hasutan itu terdengar, Pak Irhom hanya menatap langit.
Ia tidak menjawab dengan mulut. Ia menjawab dengan damai.
Karena Pak Irhom percaya, hati yang damai itu seperti langit tanpa hujan. Terang. Cerah. Seputih hati yang tidak menyimpan dendam. Dan ia ingin menjaga damai itu, untuk Muna dan Rani.

















