
CMI News — Perkembangan teknologi kecerdasan buatan terus mengubah cara orang mencari informasi di internet.
Namun, meski AI mampu merangkum berbagai data dengan cepat, banyak pengguna masih merasa jawaban mesin terlalu kaku dan kurang memiliki sentuhan pengalaman nyata.
Melihat kondisi tersebut, Google mulai memperbarui fitur AI Overview di layanan pencariannya.
Lewat pembaruan terbaru ini, Google ingin membuat hasil pencarian terasa lebih hidup, relevan, dan dekat dengan kebutuhan pengguna sehari-hari.
Fitur utama yang menjadi sorotan bernama “Expert Advice”. Melalui fitur ini, AI Overview tidak hanya menyajikan rangkuman informasi standar, tetapi juga menampilkan opini, pengalaman, hingga rekomendasi langsung dari pengguna internet.

Google merancang fitur tersebut untuk membantu pencarian yang bersifat praktis dan spesifik.
Dalam banyak situasi, pengalaman nyata seseorang sering kali memberi manfaat lebih besar daripada teori umum yang terdengar terlalu formal.
Misalnya, saat pengguna mencari rekomendasi makanan untuk kucing dengan sistem pencernaan sensitif, AI Overview kini bisa menampilkan pengalaman para pemilik kucing lain.
Pengguna dapat menemukan saran, ulasan, hingga solusi yang para anggota forum atau komunitas online bagikan sebelumnya.
Google juga menunjukkan contoh lain saat seseorang mencari tips memotret aurora atau northern lights.
AI Overview akan mengambil komentar dari komunitas fotografi yang berisi pengaturan kamera, durasi eksposur, dan pengalaman langsung para fotografer saat berburu aurora.
Komentar-komentar tersebut berasal dari berbagai sumber percakapan daring seperti forum diskusi, media sosial, hingga komunitas khusus.
Google juga menyertakan nama pembuat komentar, nama forum, serta tautan langsung menuju diskusi asli agar pengguna dapat membaca informasi lebih lengkap.
Selain menghadirkan “Expert Advice”, Google turut menambahkan empat peningkatan lain pada AI Overview.
1. Prioritas untuk media langganan pengguna
Google kini lebih memprioritaskan tautan dari media atau situs berita yang sering diakses pengguna.
Perusahaan menilai pengguna lebih tertarik membuka sumber berita yang sudah mereka kenal dan percayai.
2. Tautan referensi langsung di ringkasan
Untuk mengurangi risiko kesalahan informasi atau halusinasi AI, Google mulai menyisipkan tautan sumber langsung di samping teks ringkasan.
Dengan begitu, pengguna dapat segera memeriksa sumber asli informasi yang ditampilkan.
3. Rekomendasi sumber tambahan
AI Overview kini juga menghadirkan bagian tambahan yang mirip fitur “baca juga”. Fitur ini menampilkan artikel pendukung, analisis, hingga berbagai sudut pandang lain dari sejumlah situs yang membahas topik yang pengguna cari.
4. Preview situs sebelum dibuka
Google turut menghadirkan fitur pratinjau tautan. Pengguna cukup mengarahkan kursor ke sebuah link untuk melihat nama atau gambaran singkat situs tujuan sebelum membukanya.
Melalui serangkaian pembaruan tersebut, Google ingin membuat pengalaman pencarian menjadi lebih terbuka terhadap berbagai perspektif manusia, bukan sekadar hasil rangkuman AI semata.
Dalam pernyataan resminya, Google menyebut pihaknya ingin membantu pengguna menemukan keberagaman informasi di internet sekaligus menghubungkan mereka langsung dengan sumber dan kreator asli yang relevan dengan kebutuhan pencarian.






