
CMI News — Manchester City menelan kekalahan mengejutkan saat bertandang ke markas Bodø/Glimt dalam lanjutan Liga Champions. Bermain di Aspmyra Stadion, tim asuhan Pep Guardiola harus menyerah dengan skor telak, hasil yang semakin menegaskan periode sulit yang tengah dialami sang juara Eropa musim 2023.
Sejak menit awal, Manchester City tampil di bawah performa terbaiknya. Dua gol Kasper Høgh di babak pertama membuat tim tamu kehilangan kendali permainan dan tertinggal jauh sebelum turun minum.
City sempat membuka asa di babak kedua setelah Rayan Cherki mencetak gol balasan. Namun harapan itu kembali sirna ketika Jens Petter Hauge melepaskan sepakan keras yang tak mampu dibendung kiper City, memastikan kemenangan Bodø/Glimt di hadapan publik sendiri.
Pelatih Manchester City Pep Guardiola tak menutupi kekecewaannya usai laga. Ia mengakui performa timnya sepanjang awal 2026 belum berada di level yang diharapkan, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.
“Kami harus bangkit. Hasil-hasil yang kami dapatkan sepanjang 2026 tidak cukup baik. Ada banyak detail kecil yang berjalan ke arah yang salah dan kami harus segera mengubahnya,” ujar Guardiola dikutip dari The Guardian, Rabu (21/1/2026).

Kekalahan ini membuat posisi Manchester City di klasemen Liga Champions menjadi tidak aman. Guardiola menyadari tekanan akan semakin besar, mengingat jadwal padat yang menanti timnya dalam waktu dekat.
Sementara itu, pelatih Bodø/Glimt Kjetil Knutsen menyebut kemenangan atas Manchester City sebagai momen bersejarah bagi klubnya. Ia menilai kerja kolektif dan disiplin permainan menjadi kunci keberhasilan timnya menumbangkan salah satu tim terbaik dunia.
“Ini kemenangan besar bagi kami. Para pemain bekerja sangat keras dan suporter pantas menikmati malam yang spesial ini,” ujar Knutsen.
Penyerang Manchester City Erling Haaland juga mengambil tanggung jawab atas hasil negatif tersebut. Ia mengakui kegagalan memaksimalkan peluang menjadi faktor penting kekalahan timnya.
“Saya merasa bertanggung jawab karena tidak bisa mencetak gol yang seharusnya. Saya minta maaf kepada para pendukung,” kata Haaland.
Kemenangan ini menjaga peluang Bodø/Glimt untuk melangkah lebih jauh di Liga Champions sekaligus menjadi salah satu kejutan terbesar musim ini. Bagi Manchester City, hasil tersebut menjadi peringatan keras bahwa reputasi besar tidak selalu menjamin kemenangan di level tertinggi Eropa.






