
CMI News – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bantuan untuk korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus disalurkan. Provinsi Aceh menjadi prioritas karena mencatat jumlah pengungsi terbanyak, 831 ribu dari total 894.500 pengungsi di tiga provinsi.
Kepala Pusat Data BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan distribusi logistik berlangsung tanpa hambatan. Hingga 10 Desember 2025, 448,6 ton bantuan telah diterima di Posko Lanud Sultan Iskandar Muda, dan 334 ton telah didistribusikan. Sisa 114,5 ton sedang diupayakan segera dikirim.
Distribusi dilakukan melalui jalur darat untuk logistik non-pangan, seperti tenda, matras, selimut, dan pakaian, serta jalur udara untuk daerah pengungsian terpencil. Abdul menekankan tidak ada penumpukan bantuan dan seluruh logistik dicatat dengan rapi untuk memastikan distribusi tepat waktu.
Partisipasi tinggi dari berbagai pihak—K/L, BUMN, swasta, organisasi masyarakat, hingga individu—membuat pasokan bantuan terus mengalir. BNPB menargetkan setidaknya 60% logistik yang masuk bisa terdistribusi pada hari yang sama, sedangkan sisanya dikirim keesokan harinya.
“Tidak ada keterlambatan distribusi, semua logistik dipantau ketat agar sampai ke tangan pengungsi secepat mungkin,” kata Abdul.







