CMI News — Pasar kripto kembali memasuki fase volatilitas ekstrem. Harga Bitcoin hari ini merosot lebih dari 30% dari posisi tertingginya, dan kejatuhan ini ikut memangkas kekayaan penciptanya yang misterius, Satoshi Nakamoto, hingga sekitar Rp 712 triliun.

Penurunan tajam ini menyita perhatian investor global karena skala dampaknya sangat besar. Satoshi diketahui memiliki sekitar 1,1 juta Bitcoin, jumlah yang selama bertahun-tahun tidak tersentuh dan terus menjadi objek spekulasi.

Kekayaan Satoshi Turun Drastis: Dari US$138 Miliar ke US$96 Miliar

Pada Oktober 2025, ketika Bitcoin menyentuh rekor tertingginya di US$126.296, total kepemilikan Bitcoin Satoshi diperkirakan mencapai US$138,92 miliar. Namun sentimen pasar berubah cepat.

Dengan harga Bitcoin kini berada di kisaran US$87.390, nilai kekayaannya merosot menjadi sekitar US$96,12 miliar — anjlok hampir US$42,8 miliar hanya dalam hitungan minggu.

Dalam rupiah, nilainya setara dengan Rp 712 triliun yang “menghilang” dari kapital Satoshi.

Siapa Satoshi? Misteri yang Tetap Menggantung 16 Tahun

Hingga kini, identitas Satoshi Nakamoto masih menjadi teka-teki terbesar dunia teknologi. Sosok ini diyakini sebagai entitas tunggal di balik penambangan awal Bitcoin, yang jejaknya dapat dilacak melalui pola yang dikenal sebagai “Patoshi Pattern”.

Pola tersebut pertama kali diungkap oleh peneliti blockchain Sergio Lerner, yang menemukan lebih dari 22.000 alamat Bitcoin yang kemungkinan besar terhubung ke satu pelaku awal — yang diyakini sebagai Satoshi.

Menariknya, seluruh koin tersebut tidak pernah berpindah tangan lebih dari satu dekade, memicu teori beragam: dari Satoshi yang sengaja menghilang, hingga dugaan bahwa ia mungkin sudah tidak hidup.

Kaya Raya, Tapi Tak Masuk Daftar Miliarder Resmi

Meski nilai Bitcoin milik Satoshi cukup besar untuk menempatkannya di jajaran miliarder dunia, namun Forbes dan lembaga pemeringkat kekayaan lainnya tidak memasukkan nama tersebut ke daftar resmi.

Ada beberapa alasan kuat:

Identitas tidak terverifikasi
Tidak ada bukti bahwa Satoshi adalah individu nyata yang bisa dihubungi atau diverifikasi.

Aset tidak pernah bergerak
Tidak ada aktivitas perpindahan koin yang memastikan akses Satoshi masih ada.

Kemungkinan entitas kolektif
Forbes menyatakan tidak dapat memastikan apakah Satoshi adalah satu orang atau sebuah tim.

Ketiadaan verifikasi membuat kekayaan Satoshi tetap berada di area ‘abu-abu’ dalam pelacakan kekayaan global.

Harga Bitcoin Ambruk: Apa yang Sedang Terjadi di Pasar Kripto?

Anjloknya Bitcoin kali ini juga menyeret pasar kripto lain. Investor terlihat memburu aset safe haven dan menarik modal dari instrumen berisiko. Faktor yang ikut menekan pasar antara lain:

sentimen global yang kurang kondusif,

kekhawatiran regulasi di AS,

aksi jual besar-besaran di bursa kripto,

serta koreksi setelah reli panjang pada kuartal sebelumnya.

Meski begitu, sebagian analis menilai tekanan ini bisa menjadi fase konsolidasi sebelum Bitcoin memasuki tren harga baru — terutama karena minat institusional masih tetap kuat.