CMI News – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya swasembada pangan hingga ke tingkat daerah, terutama desa-desa di wilayah pedalaman.

Menurutnya, ketahanan pangan menjadi kunci agar masyarakat mampu bertahan ketika bencana alam melanda dan akses komunikasi maupun distribusi terputus.

“Bencana yang kita lihat di Sumatra Utara, Aceh, Sumatra Barat memberikan pelajaran lagi kepada kita, dan saya yakin saudara-saudara di Papua juga mengalami itu, bahwa jika terjadi komunikasi terputus, desa itu harus bisa bertahan, kecamatan harus bisa bertahan, kabupaten itu harus bisa bertahan,” kata Prabowo.

Berkaca dari kondisi tersebut, Prabowo menilai Indonesia perlu memiliki lumbung pangan yang kuat, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga hingga kabupaten dan desa. Ia pun telah menginstruksikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk mengembangkan sumber pangan baru sampai ke daerah-daerah.

Selain produksi, Prabowo juga menyoroti persoalan distribusi pangan yang selama ini menjadi tantangan besar. Luasnya wilayah Indonesia membuat biaya logistik melonjak, sehingga harga pangan bisa sangat berbeda antarwilayah.

“Negara kita terlalu besar, sehingga beras yang mungkin produksi di satu daerah mungkin hanya Rp 8.000 atau Rp 9.000 tetapi di suatu provinsi bisa Rp 25.000 karena faktor komunikasi, karena faktor logistik. Jadi kita dipaksa oleh alam kita untuk masing-masing mengejar swasembada pangan,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa konsep lumbung pangan sejatinya bukan hal baru bagi Indonesia. Prabowo mencontohkan praktik yang telah dilakukan sejak masa lampau oleh para leluhur.

“Kenapa dulu ada lumbung desa, kita harus siap untuk kemungkinan paling jelek,” jelas Prabowo.