
CMI News — Isu kelangkaan BBM di Aceh kembali mencuat setelah media sosial dipenuhi unggahan mengenai antrean panjang di SPBU serta harga Pertalite eceran yang tembus Rp 30.000 per liter. Kondisi ini muncul pascabencana banjir besar yang melanda sejumlah wilayah Sumatera, membuat pasokan energi terhambat dan akses logistik terputus.
Di tengah harga resmi Pertalite yang masih berada di level Rp 10.000 per liter, warga di sejumlah daerah terisolasi terpaksa membeli dari pengecer dengan harga tiga kali lipat lebih mahal.
Antrean Mengular dan Harga Melonjak
Salah satu unggahan viral datang dari akun X @aceh (30/11/2025), yang memperlihatkan antrean kendaraan mengular di SPBU Aceh Tenggara. Banyak warga mengaku kesulitan mendapatkan BBM karena jalur distribusi belum sepenuhnya pulih pascabanjir.
Aktris Zaskia Adya Mecca juga mengangkat isu ini di Instagram. Dalam unggahannya, Zaskia menyebutkan bahwa relawan di Aceh Utara melaporkan harga eceran Pertalite telah menyentuh Rp 30.000 per liter akibat keterbatasan pasokan dan terputusnya akses jalan.

Selain BBM, ia juga menyoroti tingginya harga bahan pangan yang ikut terdampak oleh gangguan distribusi.
Pertamina Patra Niaga: Jangan Panic Buying
PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa perusahaan terus menyalurkan BBM ke wilayah terdampak.
Pj. Corporate Secretary, Roberth MV Dumatubun, meminta masyarakat tidak membeli BBM secara berlebihan atau memanfaatkan situasi untuk menjual dengan harga tinggi.
“Pelayanan kepada masyarakat tetap melalui SPBU. Kami imbau jangan panic buying atau memanfaatkan keadaan,” ujarnya.
Pertamina juga tengah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk membuka jalur distribusi yang terputus. BBM untuk alat berat prioritas diberikan guna mempercepat pembersihan dan pembukaan akses jalan.
Akses Distribusi Terputus, Pemerintah Lakukan Rute Alternatif
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa tantangan utama saat ini adalah akses jalan yang terputus di berbagai titik.
Dirjen Migas ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa pihaknya mendapat instruksi langsung dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk memantau penyaluran BBM di lapangan.
Laode menekankan bahwa wilayah Sibolga, sebagai pusat distribusi BBM ke sejumlah daerah, kini tidak dapat difungsikan karena akses utama putus.
“Sibolga itu pusat distribusi. Ketika jalurnya putus, kami harus mencari rute lain untuk suplai daerah seperti Padang Sidempuan,” jelasnya.
Solusi Distribusi: Dialihkan dari Dumai & Pengangkutan Manual
Pemerintah menerapkan beberapa langkah darurat untuk menjaga suplai:
Pengalihan pasokan untuk Kabupaten Mandailing Natal melalui jalur Dumai
Pengangkutan manual menggunakan drum dan jeriken di lokasi yang tidak bisa dijangkau mobil tangki
Penambahan volume distribusi alternatif untuk daerah terisolasi
Meski demikian, pemerintah memastikan stok nasional BBM dalam kondisi aman. Tantangannya murni infrastruktur dan akses akibat bencana.






