CMI News – Kawasan pesisir Pantai Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, kembali menghadapi ancaman banjir rob. Sejak Sabtu, 3 Januari 2026, air laut pasang mulai menggenangi sejumlah titik di wilayah pesisir dan memicu kekhawatiran warga, khususnya para petambak ikan.

Kenaikan muka air laut tersebut dikhawatirkan berdampak langsung pada tambak-tambak ikan milik masyarakat. Beberapa petambak mengungkapkan, jika banjir rob terus meninggi dan bertahan dalam waktu lama, kolam ikan berisiko tercemar air laut sehingga dapat menyebabkan kerugian besar.

“Kami mulai waswas. Kalau air asin masuk ke tambak dan tidak cepat surut, ikan bisa mati. Modal bisa habis,” ujar salah satu petambak di Muara Gembong.

Ancaman tidak hanya dirasakan oleh sektor perikanan. Permukiman warga yang berada di sepanjang garis pantai juga berpotensi terdampak. Banjir rob yang kerap datang secara musiman sering kali merendam rumah warga, merusak perabotan, serta mengganggu aktivitas harian masyarakat pesisir.

Faktor Penyebab Banjir Rob

Banjir rob merupakan fenomena yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik alam maupun aktivitas manusia. Secara alami, banjir rob dapat dipicu oleh pasang surut air laut yang terjadi secara berkala, dorongan angin kencang dan gelombang laut besar, serta badai di perairan lepas yang mendorong massa air ke wilayah pesisir.

Selain itu, perubahan iklim global juga berperan melalui pencairan es di kutub yang menyebabkan kenaikan permukaan air laut secara perlahan namun terus-menerus.

Di sisi lain, aktivitas manusia turut memperparah kondisi tersebut. Kerusakan ekosistem pesisir, berkurangnya hutan mangrove sebagai penahan alami gelombang, serta penurunan permukaan tanah akibat eksploitasi air tanah berlebihan menjadi faktor yang memperbesar dampak banjir rob di Muara Gembong.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan banjir rob yang semakin sering terjadi. Upaya seperti penguatan dan perbaikan tanggul, rehabilitasi mangrove, hingga perencanaan penanganan jangka panjang dinilai mendesak untuk melindungi kawasan pesisir.

Tanpa penanganan yang serius dan berkelanjutan, banjir rob dikhawatirkan akan terus mengancam perekonomian masyarakat pesisir sekaligus mempercepat kerusakan lingkungan di wilayah Muara Gembong.